Ambon Bakal Punya Seken Point Market

No comment 176 views

Ambon, Ambontoday.com – Kota Ambon bakal mempunyai seken point market yang menjual barang bekas yang tidak terpakai lagi. Hal ini disampaikan oleh Walikota Ambon, Richard Louhenapessy kepada wartawan di Balai Kota, Kemarin.

Menurutnya, seken point market akan disediakan oleh komunitas yang peduli terhadap lingkungan dan menjajakan barang bekas yang dijual oleh warga kota. “Kita coba untuk pendekan dalam rangka solidaritas sosial,kepedulian lingkungan dsb lalu itu nanti namanya itu SEKEN POINT MARKET, jadi point kedua pasar untuk hal yang kedua, orang Indonesia bilang barang-barang bekas begitu, tetapi ini melalui komunitas yang akan sortir barang-barang tesebut,” ujarnya.

Dikatakan, barang yang akan dijual di seken point market tidak hanya berupa baju bekas saja tapi merupakan barang yang dianggap tidak diperlukan lagi oleh pemilik tapi masih layak digunakan atau dijual. “Jadi bukan saja baju, barang-barang apa saja, kamu punya buku, barang-barang dirumah yang sudah tidak berharga piring, sepatu yang tidak digunakan lagi,” tuturnya.

Lanjut Louhenapessy, barang yang dijual oleh pemilik akan disortir oleh komunitas peduli lingkungan kelayakannya dan akan dijual dengan maksimal harga Rp. 200 ribu. “Nanti oleh komunitas itu akan dilihat mana yang layak untuk dijual dan tidak, harganya itu standar berlaku untuk semua barang, jadi mislanya harga maksimal itu 150-200 ribu itu yang paling top,
Jadi kamu punya barang yang dibeli 2 juta misalnya, tetap itu akan dijual dengan 150 atau 200 ribu,” tambahnya.

Dia menjelaskan, dengan seken point market masyarakat akan lebih peduli terhadap lingkungan dan dampak baik akan dirasakan masyarakat karena dapat menemukan keperluannya dengan harga yang relatif murah.

“Diharapkan bukan pegawai, bukan orang yang berada, tetapi itu lurah-lurah akan memberi tahu masyarakat yang membutuhkan untuk dapat membeli kebutuhan yang mereka perlukan dalam Seken Point Market tesebut, Ada yang mungkin 5 ribu, 10 ribu, tapi maksimal itu 150 ribu dan uangnya itu dapat dipakai untuk kepentingan komunitas itu,” terangnya. (AT-011).

author