KH Pirsouw Berharap Polres SBB segera Periksa Pelaku Pemalsuan Surat Hibah

Ambon, ambontoday.com – KUASA Hukum Josfince Pirsouw, 65, pemilik dusun Dati Urik Teha di Piru, ibu kota Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Rony Samloy, berharap jajaran penyidik Satuan Intelkam dan Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Kepoliasian Resort Seram Bagian Barat bertindak profesional mengusut pengaduan maupun laporan dugaan pemalsuan surat hibah dan kuitansi pembelian tanah oleh Wampine dan kawan-kawan.

’’Saya berharap penyidik Polres SBB bertindak profesional dan dapat segera memeriksa Wampine dan oknum-oknum lainnya di balik penggunaan surat hibah palsu dan pembuatan kuitansi palsu sebagaimana yang telah dilaporkan kami pada awal Oktober 2019 silam,’’ harap Samloy kepada pers di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (22/1).
Samloy mempertanyakan alasan penyidik Polres SBB hingga saat ini belum memanggil dan memeriksa Wampine cs terkait pengaduan dan laporan pemalsuan dan penggunaan surat palsu saat persidangan perkara antara kliennya dengan Wampine di Pengadilan Negeri Masohi pada akhir tahun lalu. ’’Saya sudah lebih dari lima kali bolak-balik Ambon dan Piru untuk memasukan pengaduan kemudian laporan polisi. Bahkan dua orang saksi dari pihak pengadu atau pelapor masing-masing Jonry Pirsouw dan Jack Wenno sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polres SBB. Beberapa hari lalu ketika saya tanyakan kelanjutan laporan kami, penyidik selalu berdalih masih tunggu petunjuk Kasat untuk memanggil Wampine cs. Terakhir saya telepon penyidik pak Olong beliau bilang masih tunggu perintah Kasat. Ini yang buat kami prihatin kasus ini diseriusi pihak Polres SBB,’’ kesalnya.
Samloy menegaskan akan mencabut laporan ini di Polres SBB dan melapor balik kasus serupa ke Kepolisian Daerah Maluku. ’’Kami hanya berikan deadline waktu hingga beberapa minggu ke depan untuk cabut laporan kami dari Polres SBB dan dilaporkan kembali ke Polda Maluku,’’ cetusnya.
Wampine cs dilaporkan ke Polres SBB atas penggunaan kuitansi menggunakan materai tidak sesuai tahun penerbitan dan tahun penggunaannya, serta surat hibah tahun 2015 yang di dalamnya terdapat nama salah satu anaknya, Mulia Riadi yang diketahui telah meninggal dunia pada 2011 silam.Surat pengaduan Nomor: 21/P/LPd/IX/2019 dari Law Office Rony Samloy dan rekan itu telah disampaikan ke bagian Sentra Pelayanan Kemasyarakatan Terpadu (SPKT) Polres SBB di Piru, Rabu 3 Oktober 2019. (AT/lamta/iron)

author