Penduduk Miskin Maluku Tercatat 319,51 ribu

AMBON, Ambontoday.com – Tercatat jumlah penduduk miskin di Maluku pada bulan September 2019 sebanyak 319,51 ribu jiwa atau 17,65 persen. Dibandingkan dengan bulan Maret 2019 sebesar 17,69 persen, jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan sebanyak 1,8 ribu jiwa, sedangkan dari sisi persentase tingkat kemiskinan di Maluku pada September 2019 mengalami penurunan sebesar 0,04 poin.

Bila dibandingkan dengan keadaan September 2018, jumlah penduduk miskin di Maluku pada September 2019 meningkat sekitar 1,67 ribu jiwa.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Maluku Jusuf Mangaraksa mengungkapkan, tingkat kemiskinan atau persentase penduduk miskin pada periode 2015-2019 menunjukkan trend yang semakin menurun dari waktu ke waktu kecuali pada periode Maret-September 2016. Namun bila dibandingkan antara periode Maret-September 2019 terjadi penurunan persentase kemiskinan sebesar 0,04 poin.

“Dalam lima (5) tahun terakhir pada Maret 2015 sampai September 2019, persentase penduduk yang rata-rata pengeluaran per bulannya dibawah garis kemiskinan atau yang disebut sebagai penduduk miskin berkurang sebesar 1,86 poin,” ujarnya didampingi Plh Kepala BPS Maluku Jessica Pupela saat paparan di kantor BPS Maluku, Rabu (15/1/2020).

Ia berkata, jumlah penduduk miskin di daerah pedesaan selama periode Maret 2015 sampai September 2019 berkurang sebesar 5,27 ribu jiwa. Sementara di daerah perkotaan pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin menunjukkan penurunan sebesar 3,62 ribu jiwa. Maka secara keseluruhan selama periode Maret 2015 hingga September 2019, jumlah penduduk miskin di Maluku baik pedesaan dan perkotaan turun sebesar 8,9 ribu jiwa.

“Jika dilihat dari segi persentase, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2019 masih tinggi yaitu sebesar 26,63 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan persentase penduduk miskin di daerah perkotaan yang hanya sebesar 6,09 persen. Sementara selama periode Maret 2015 hingga September 2019, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan dan perkotaan mengalami penurunan yaitu 0,27 poin di perdesaan dan 1,82 poin di perkotaan,” bebernya.

Yusuf menambahkan, peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan di Maluku jauh lebih besar dibandingkan dengan komoditi bukan makanan seperti perumahan, sandang pendidikan dan kesehatan. “Peningkatan jumlah penduduk miskin terjadi dikarenakan jumlah penduduk secara keseluruhan juga meningkat dari periode sebelumnya,” tutupnya. (AT-009)

author