Suksesnya Kerjasama, Vlissingen Berikan 1000 Kacamata

Ambon, Ambontoday.com – Terjalinnnya kerjasama antara Pemerintah Kota Ambon dan Vlissingen Belanda sampai sekarang ini memberikan maknayang baik, sehinnga Vlissingen Belanda memberikan 1000 kacamata untuk masyarakat kota Ambon sebagai Program kerja. Hal ini disampaikan oleh Kepala Klinik Ambon-Vlissingen, Daniel Sieger kepada wartawan di Balai Kota, Senin (15/1/2018).

Dia mengakui, 1000 kacamatan ini lebih difokuskan bagi anak-anak dan orang dewasa yang memiliki ekonomi rendah. “Program kacamatan ini dikhususnya bagi masyarakat yang tidak mampu membeli kacamata bagi kebutuhan mereka,” ucapnya.

Menurutnya, kacamata yang diprogramkan tidak semua penyakit mata mendaptakan karena tidak semua penyakit diharuskan memakai kacamata. Untuk itu, akan datang 5 orang tim otometris ke Kota Ambon guna melakukan Screening mata.

“Kelima orang tersebut berasal dari Stichting Zienderogen yang dikoordinir langsung oleh Stichting Samenwerking Vlissingen Ambon. Dan kelima orang tersebut yakni, Johan Franken, Anne Marie Elzevier, Anne Smit, Lorraine Kadmairubun dan Costansa Kangkouw,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, kelima orang tim akan berada di Kota Ambon selama dua minngu ke depan guna melakukan pemeriksaan di beberapa daerah di Kota Ambon. “Beberapa Daerah diantanya 12 SD di Leitisel, Pesantren, Laha dan Kebun Cengkeh, Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan berupascreening di Hukurilla, Ema dan Kilang pada hari Rabu,” tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya telah menyediakan 174 Sunglass dan beberapa ratus kacamata baca untuk anak-anak serta orang tua yang sudah di screening dan dianjurkan untuk menggunakan kacamata. “ada sebanyak 174 kacamata atau Sunglass untuk menghindari sinar matahari secara langsung dan kacamatalainnya untuk rabun jauh maupun penyakit lainnya yang membutuhkan kacamata,” tambahnya.

Maka itu, minggu pertama pihaknya akan menyalurkan sebanyak 300 kacamata buat anak-anak yang telah diperiksa. Dan dari 12 SD di Leitisel hanya 100 anak yang membutuhkan kacamata dan sisanya akan diberikan bagi daerah lainnya. Pada hari senin (15/1) pihaknya telah melakukan screening awal di SD Toisapu karena pada SD tersebut jumlah siswa yang dimiliki adalah yang terbanyak diantara sekolah dasar yang lainnya.

“Pihaknya juga akan terus melakukan screening dan akan memberikan kacamata baca bagi orang dewasa yang membutuhkan serta tidak mampu untuk membeli. Sedangkan, bagai masyarakat yang sudah berumur 40 Tahun keatas harus pakai kacamata baca,” tuturnya. (AT-009)

author