Ekonomi Maluku tahun 2019 tumbuh 5,57Persen

Ambon, Ambontoday.com – Pertumbuhan ekonomi tahun 2019 tumbuh sebesar 5,57 persen. Dari pertumbuhan di dorong hampir semua lapangan usaha kecuali pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi sebesar 3,37 persen. Sementara dari sisi pengeluaran didorong oleh komponen pengeluaran konsumsi yang tumbuh sebesar 8,41 persen. Akui, Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analis Statistik, Erhard V. Hatulesila saat rilis di Kantor BPS Provinsi Maluku, Rabu (5/2/2020).

Ia mengakui, menurut PDRB lapangan usaha ekonomi Maluku triwulan IV -2019 dibanding triwulan IV-2018 (y-on-y) tumbuh 4,73 persen. Pertumbuhan didukung oleh hampir semua lapangan usaha kecuali pertambangan dan penggalian; dan lapangan usaha pengadaan listrik dan gas yang mengalami kontraksi berturut-turut sebesar 1,57 perseb dan 0,04 persen.

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori jasa pendidikan sebesar 8,44 persen; diikuti oleh lapangan usaha konstruksi sebesar 6,27 persen, dan lapangan usaha perdagangan besar -eceran dan reparasi mobil sepeda motor sebesar 6,12 persen.

Ia berkata, struktur PDRB provinsi Maluku menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan IV_ 2019 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Lapangan usaha pertanian, Kehutanan dan Perikanan; Lapangan usaha administrasi pemerintahan, Pertanahan dan jaminan sosial wajib; dan lapangan usaha perdagangan besar- eceran dan reparasi mobil sepeda motor masih mendominasi PDRB provinsi Maluku di triwulan IV-2019.

Selain itu, dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Maluku triwulan IV- 2019 lapangan usaha pertanian, Kehutanan dan Perikanan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 1,03 persen; diikuti lapangan usaha perdagangan sebesar 0,92 perseb dan lapangan usaha administrasi pemerintahan pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 0,84 persen.

Maka dengan itu, ekonomi Maluku komulatif triwulan I sampai dengan triwulan IV tahun 2019 dibanding dengan tahun sebelumnya tumbuh sebesar 5,57 persen, pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha kecuali pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi 3,77 persen.

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha konstruksi sebesar 7,54 persen; diikuti oleh lapangan perdagangan besar – eceran dan reparasi mobil sepeda motor sebesar 7,25 persen dan jasa pendidikan sebesar 6,61 persen. (AT-009)

author