Pencita WhatsApp luncurkan aplikasi baru saingan berat

Jakarta –

Banyak dikecewakan, pendiri WhatsApp Brian Acton keluar dari aplikasi chat yang membesarkan namanya tersebut dan bergabung ke layanan sejenis bernama Signal dan tentu berambisi mengalahkan ciptaannya sendiri. Seiring Signal makin besar, apakah aplikasi chat ini bisa mengalahkan WhatsApp?

“Rasanya tidak. Mungkin mengalahkan Telegram atau Line saja susah,” kata pengamat keamanan cyber Alfons Tanujaya saat dimintai komentarnya.

Meski Signal digadang-gadang lebih aman dari WhatsApp, menurut Alfons modal itu saja tidak cukup untuk menyaingi WhatsApp. Dikatakan Alfons, messaging itu bukan hanya soal enkripsi. Dan salah satu standar enkripsi yang diakui saat sudah diadopsi oleh WhatsApp.

“Signal secara teknis enkripsinya tidak berbeda dengan WhatsApp. Soal keamanannya pada prinsipnya sama tinggi. (Signal) tidak lebih baik atau lebih buruk (dari WhatsApp). Asalkan (menerapkan) end to end encryption,” sebutnya.

Alfons juga menyebutkan kalau WhatsApp sudah memiliki capture market yang besar dan terus mengembangkan dirinya. Jangankan menghadapi Signal, menghadapi messenger lain yang terus berinovasi seperti Telegram saja, WhatsApp masih mampu memimpin dan tetap menjaga posisi sebagai market leader.

Menurutnya, pangsa pasar aplikasi messaging saat ini sudah jenuh dan sangat sulit mengambil pangsa pasar pemain besar, kecuali yang dikategorikan niche market (khusus) seperti Signal.

“Signal bisa mengambil market tetapi yah niche market, bukan menjadi pemain besar. Messaging existing sudah terlanjur besar dan saat ini mereka juga mencurahkan sumberdaya dan dana yang jelas lebih besar daripada Signal untuk mempertahankan atau memperbesar marketnya,” jelasnya.

WhatsApp bisa kehilangan pangsa pasarnya kalau mereka tidak peka terhadap keinginan pasar, atau ada pasar lain yang tidak mereka sadari sehingga bisa diambil oleh kompetitor. Namun dikatakan Alfons, sejauh ini dirinya belum melihat hal itu.

“Kalau Signal cuma mengandalkan enkripsi tidak cukup menjadi pembeda yang berarti, karena memang semua messenger sudah menggunakan enkripsi yang sama amannya. Kalau dia bisa memberikan satu fitur yang benar-benar unik yang tidak dimiliki oleh messenger lain, mungkin dia bisa besar,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Acton ingin menambah banyak fitur di Signal agar makin populer, tak sebatas digunakan kalangan tertentu. Pengalamannya membesarkan WhatsApp jelas membantu mencapai keinginan tersebut.

“Saya ingin Signal bisa mencapai miliaran pengguna. Saya tahu apa yang dibutuhkan untuk melakukannya, saya sudah pernah mencapainya. Saya ingin itu terjadi dalam lima tahun ke depan atau kurang,” cetus Acton.

author