Sahuburua : Pembentukan Karakter Anak Maluku Penting Untuk Pendidikan

Ambon, Ambontoday.com – Guna membangun dan membentuk karakter anak-anak di Maluku, Pemerintah Provinsi Maluku menggelar Seminar Pendidikan Tanwil Muhammadiyah yang belangsung di Islamic Center, Kamis (23/02).

Turut hadir dalam seminar tersebut adalah Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, Ketua Umum DPP Muhammadiyah Haedar Nashir, Para Nara Sumber baik dari Maluku maupun luar Maluku, Wakil Gubernur Maluku Zerth Sahuburua, Kepala Sekolah SD, SMP, SMU/SMK Muhammadiyah, Pengurus Wilayah Muhammadiyah, Aisyiyah, PDM, NA, IMM, dan IPM serta peserta Seminar.

Dunia Pendidikan sekarang ini benar-benar dalam ujian berat. Karena semua siswa-siswi dituntut untuk memacu kualitas hard skill yang berdaya saing melputi kompetensi profesional dan pedagogik, akan tetapi disaat yang bersamaan juga para siswa-siswi dituntut untuk bertanggung jawab dalam membentuk kualitas soft skill yang baik, yaitu meliputi kompetensi spiritual, kepribadian dan sosial, atau dalam bahasa agama disebut akhlakul karimah, kata Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua saat membacakan Sambutan Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff

Menurut Sahuburua, masalah karakter bangsa berada dalam posisi yang cukup kritis, yakni masalah sadisme dan kekerasan terjadi dimana-mana, dan membentuk lingkaran kekerasan (spiral of violence) yang melingkupi semua ruang lingkup kehidupan, baik itu ruang domestik maupun ruang publik.

Disaat yang bersamaan pula, masalah narkoba, free seks, porno aksi, pornografi menyasar ke semua kalangan, dan menjadi monster yang sangat mematikan, sehingga yang menjadi korban paling banyak berasal dari generasi muda atau anak usia sekolah.

Oleh karena itu, lanjut Sahuburua menjelaskan bahwa pendidikan karakter dari pribadi genarasi muda sekarang ini merupakan generasi hybrid atau generasi yang memiliki dua kecakapan sekaligus, yaitu memiliki watak berkarakter, ahlak mulia dan perilaku terpuji atau kecakapan moral.

“Saya sangat yakin Muhammadiyah sebagai Soko Guru Pendidikan nasional yang memiliki pengalaman untuk mengelola pendidikan,” paparnya.

Diakui, Pemerintah Provinsi Maluku sedang memberi perhatian serius untuk menjawab permasalahan generasi muda Maluku dengan kualitas hybrid tersebut.

Selain itu, salah satu upaya membangun krakter melalui pendidikan di Maluku, antara lain dengan menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal dan nilai-nilai universal agama, yang didalamnya terkandung nilai persaudaraan, kebersamaan, kasih sayang, kejujuran, dan keadilan.

“Saya selalu mengingatkan kepada seluruh masyarakat Maluku untuk terus menjaga, merawat dan mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal Maluku. Sebab, usaha-usaha untuk menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal merupakan bagian dari proses menghidupkan nilai pendidikan (living values education),” cetusnya.

Ditambahkannya, nilai-nilai ini harus menjadi inspirasi, semangat, pendorong dan kekuatan bagi generasi hybrid Maluku, karena generasi muda yang akan mengelola sumber daya alam Maluku, secara bermartabat, berdaulat dan berkeadilan sosial.

“Melalui seminar ini dapat diperoleh konsep-konsep strategis dalam pengelolaan pendidikan yang dapat kita manfaatkan untuk menciptakan masa depan yang membanggakan, yaitu generasi hybrid, generasi unggul untuk Indonesia berkemajuan,” harap Sahuburua. (AT-009)

author