Gubernur Ingatkan Soal Narkoba Masuk Kampung

AMBON, Ambontoday.com – Saat ini, narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) tidak lagi hanya berkembang di kota-kota besar, tetapi para pengedarnya sudah masuk sampai ke kampung-kampung di Maluku.

Sinyalemen itu disampaikan Gubernur Maluku Said Assagaff, saat memberikan sambutan usai pengukuhan secara adat, Raja Negeri Kailolo Rusdy Marasabessy sebagai Upulatu Sahapory, di Negeri Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (8/3/2017).

Assagaff menyebut, ada beberapa fenomena patologi sosial yang membuat dirinya gelisah dan gemes, kalau dengar kejadian perkelahian dalam kampung, hingga perkelahian antarkampung, serta narkoba masuk kampung.

“Hampir semua negeri atau kampung, narkoba sudah masuk. Saya mau katakan, mari kita semua memohon ampun. Lalu menjaga negeri ini baik-baik. Ingat pesan orang tua-tua ‘sei hari hatu, hatu hari esepeny’ (siapa balik batu, batu akan berbalik menindihnya),” tegas Assagaff.

Dia lantas meminta para tokoh masyarakat, Raja, para Saniri Negeri, tokoh agama dan tokoh-tokoh pemuda, agar bisa menjadi aparat lapangan yang langsung memberi pencerahan dan pemahaman kepada masyarakat. Dan segera melaporkan kepada aparat yang berewewenang, jika menemukan hal-hal yang mencurigakan.

“Saya percaya, adanya komitmen kebersamaan dan persaudaraan, baik di antara anggota masyarakat, maupun antar masyarakat dengan pemerintah, maka kita dapat mencegah berbagai hal negatif dalam masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, Assagaff katakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku terus betkomitmen untuk meningkatkan pembangunan negeri-negeri adat di Maluku.

“Kita terus mendorong alokasi anggaran melalui skema Dana Desa (DD) maupun Anggaran Dana Desa (ADD). Anggarannya terus meningkat dari tahun ke tahun, sesuai amanat Undang-undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa, maupun peraturan perundang-undangan lainnya, diharapkan dapat mempercepat pembangunan di desa dan negeri-negeri di Maluku,” paparnya.

Hal ini menurut Assagaff, secara langsung bisa mengurangi secara bertahap, tingkat kemiskinan dan membuka keterisolasian di desa menuju masyarakat desa atau negeri yang semakin maju dan sejahtera.

Pemerintah juga, tambah Assagaff, terus berupaya memperhatikan pengembangan pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat di desa atau negeri.

Dia meyakini, jika kehidupan masyarakat di negeri-negeri semakin berkuakitas dan sejahtera dari waktu ke waktu, maka tidak banyak lagi warga yang pindah dan bermukim di kota-kota seperti di Ambon, dan membiarkan negerinya kosong serta tidak terurus.

“Dengan pemerataan pembangunan, kita bisa mewujudkan Maluku yang rukun, relugius, damai, sejahtera, aman, berkualitas dan demokratis dijiwai semangat Siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan,” kata Assagaff.(AT-009)

author