Gubernur: Sinergitas dan Soliditas TNI-Polri Wujudkan Stabilitas Keamanan

AMBON, ambontoday.com – Gubernur Maluku, Murad Ismail, meminta agar TNI-Polri dapat menjaga sinergitas dan soliditas dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai aparat negara, sehingga stabilitas keamanan di daerah ini tetap terjaga.

“Ingat, sinergitas dan soliditas itu harus menjadi harga mati dalam tugas, dan harus tertanam dalam pikiran, perasaan, dan perbuatan kita semua,” ungkap Gubernur saat menyampaikan sambutan pada Rapat Pimpinan TNI-Polri di Provinsi Maluku Tahun 2020 di Gedung Makorem 151/Binaiya, Selasa (10/3).

Gubernur yang juga adalah mantan Kapolda Maluku mengapresiasi sinergitas dan soliditas TNI-Polri yang sudah berjalan dengan baik selama ini dalam pelaksanaan tugas di Maluku.

Berkaitan dengan Rapim TNI-Polri yang dilaksanakan hari ini, menurutnya, menjadi momentum penting dan strategis, mengingat stabilitas keamanan di daerah ini perlu dijaga dengan baik.

“Kuncinya ialah sinergitas antara TNI, Polri dan Pemerintah Daerah,” katanya mengingatkan.

Menurutnya, agar harmonisasi dan sinergitas ini dapat berjalan dengan baik, maka tiga pilar utama yang harus dijaga adalah komunikasi, koordinasi dan kolaborasi antara pimpinan TNI-Polri di Maluku. Tiga pilar tersebut, lanjutnya, jangan sampai dilangkahi.

“Kalau pintar jangan menggurui, tajam jangan melukai, dan cepat jangan mendahului,” ingatnya.

Masih kata Gubernur, prinsip sinergitas ini bermuara pada satu tujuan yakni, bersama-sama membangun Maluku dari aspek keamanan.

“Karena prinsip sinergitas ini mempunyai satu tujuan yakni, saling dukung, saling gendong, saling bantu, saling memberi dan saling menerima,” ujarnya

Ia mengajak agar jangan sampai ada sekat-sekat dan pengkotak-kotakan di antara TNI dan POLRI.

“Sebagai Gubernur Maluku sekaligus sebagai Ketua Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, saya siap bersinergi, siap berkomitmen, siap berpikir bersama-sama dengan pimpinan TNI dan Polri di daerah ini, untuk bersama-sama kita bahu membahu membangun Maluku menjadi lebih baik kedepan,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengingatkan, pada tahun 2020 ini juga akan menjadi tahun politik di Maluku, dimana ada empat daerah kabupaten di Provinsi Maluku masing-masing Kabupaten Seram Bagian Timur, Buru Selatan, Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya, akan dilangsungkan agenda Pemilihan Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati.

“Saya berharap TNI-Polri juga mewaspadai kerawanan pemillu di tingkat lokal yang akan berlangsung nanti, terutama politik identitas dan disrupsi sosial (konflik sosial),” imbaunya.

Netralitas TNI dan Polri dalam pilkada serentak di tahun 2020, katanya, perlu dijaga. Hilangkan ego sektoral serta tingkatkan kepedulian dengan mengoptimalkan deteksi dini, dan pencegahan dini konflik sosial di tengah-tengah masyarakat.

“Kalau ini dilakukan, maka kita sudah menjaga amanah dan kepercayaan masyarakat kepada TNI-Polri sebagai pilar utama bangsa ini,” jelasnya.

Masih kata Gubernur, saat ini peran TNI-Polri berada pada era perubahan yang terus berkelanjutan, bergerak dinamis; termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, lerubahan itu akan terjadi terus menerus sebab tidak ada yang statis di dunia ini.

“Rapim TNI-Polri di Provinsi Maluku tahun 2020 ini, harus diberdayakan menjadi sarana untuk menyusun formula strategis dan langkah-langkah bersama dalam menghadapi tantangan tugas kedepan,” tandasnya.

Rapat Pimpinan TNI-Polri Maluku-Maluku Utara dihadiri Forkopimda Provinsi Maluku dan Kapolda Maluku Utara Brigjen. Pol. Drs. Rikwanto, S.H, M.hum (AT/lamta/humas).

author