Kementerian PU & PR Gelar Destiminasi NSPK Pembiayaan Perumahan dan Kawasan Pemukiman di Maluku

Ambon, Ambontoday.com -Guna menyebarluaskan kebijakan pembiayaan perumahan kepada pemangku kepentingan di daerah agar bisa meningkatkan akses bagi masyarakat, Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat (PR) RI menggelar kegiatan Destiminasi NSPK Pembiayaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Wilayah III di Provinsi Maluku.

Turut hadir dalam kegiatan dimaksud yakni Syaf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Provinsi Maluku, Polly Kaihatu, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PU dan PR RI, SKDP terkait.

Program pembangunan satu juta rumah merupakan agenda prioritas di sektor perumahan , yang diarahkan untuk kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), ungkap Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Maluku, Polly Kaihatu saat membaca sambutan Sekertaris Daerah Maluku Hamin Bin Taher aerah, Kamis (02/03) di Swissbell Hotel.

“Program ini dapat berjalan dengan lancar, jika semua pemangku kepentingan dapat bersinergi mengatasi kekurangan pasokan rumah secara nasional,” kata Kaihatu.

Diakui, sinergitas dan koordinasi yang lebih intens antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan program satu juta rumah tersebut.

Menurut Kaihatu, keterbatasan lahan dan biaya material pemvangunan rumah yang tinggi menyebabkan masyarakat tidak memiliki rumah.

“Rumah adalah kebutuhan dasar setiap keluarga, maka tanpa sebuah rumah, masyarakat tidak dapat hidup dengan baik,” terang Kaihatu.

Oleh sebab itu, lanjut Kaihatu menegaskan bahwa fungsi rumah sangat penting dalam membentuk watak, karakter, budaya dan kecerdasan bangsa. Oleh karena itu, ketersediaan rumah sangat dibutuhkan masyarakat.

Dijelaskan, apabila program satu juta rumah berjalan dengan baik, tentunya akan disediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Disamping itu, program ini secara langsung menunjang dan meningkatkan perekonomian daerah serta menyerap tenaga kerja.

“Melalui kegiatan ini kita dapat bertukar informasi terkait dengan pemukiman rakyat, sehingga meringankan beban masyarakat dan pemerintah dalam menyelesaikan program satu juta rumah,” harap Kaihatu. (AT-009)

author