Kota Ambon Ungul Dari 10 Kabupaten/Kota di Maluku Terkait Penemuan dan Penatalaksana Kasus TB

Ambon, Ambontoday.com – Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Kota Ambon dr. Yusdha Tuharea kepada wartawan mengatakan, berdasarkan Surat edaran dari Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No. PM 01.01/IV/2017 kepada Kepala Dinas Provinsi Maluku dan Kota Ambon terkait penyelenggaraan kegiatan menyongsong Hari TB Sedunia (HTBS) tanggal 24 Maret Mendatang, dibawah soroti tema Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas Tuberkulosis (TB) tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan keinginan.

“kegiatan menyongsong HTBS akan dilakukan semaksima mungkin kalau ada dana,” ungkap Tuharea kepada Wartawan di ruang kerjanya (06/03/2017).

Diakui, surat dari kementerian terkait kegiatan menyongsong HTBS terlambat dan dana boks belum ada. Dan bukan daerah Kota bon tidak ada dana tetapi surat dari Kementerian Kesehatan RI kepada seluruh kabupaten/kota di Indonesia khususnya Kota Ambon terlambat.

“Kementerian Kesehatan mengedarkan surat bulan Februari 2017 lalu, tanpa memikirkan penyelenggaraan kegiatannya bulan ini, tidak mungkin dana yang dibutuhkan dapat dimiliki segera oleh Dinas Kesehatan begitu saja, karena penetapan anggaran telah berlalu bulan November 2016,” pungkasnya

Lanjut Tuharea lebih Jelas, kalau kementerian kesehatan ingin melaksankan kegiatan pada seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia, maka pihak Kmenterian Kesehatan sudah menyurati kami dari bulan Oktober 2016 agar kami dapat menyususn programnya sehingga masuk RKA untuk dapat dibiayai oleh APBD 2017.

Selain itu, tidak mungkin pula program kegiatannya dikasih masuk sekarang pada anggaraan perubahan karena moment tidak pas.

“Kami tidak bisa bekerja kalau programmnya di kasih masuk pada anggaran perubahan karena momentnya untuk 24 Maret 2017,” terang Tuharea.

Baginya, anggaran yang ada di RKA tidak spesifik untuk menyambut HTBS 24 Maret, namun kegiatan untuk penanggulangan TBnya ada yaitu penemuan kasus dan penata laksana kasus.

“Itu memang kegiatan rutin yang harus dilaksanakan, tetapi tidak tertuang dalam kegiatan serimonial karena lebih baik dana tersebut dipakai untuk hal yang lebih penting,” cetusnya

Menutut Tuharea, penemuan kasus dan penata laksana kasus terbukti bahwa Kota Ambon memiliki kasus lebih banyak dari sepuluh kabupaten/kota yang ada di Maluku. Padahal, secara kuantitas jumlah penduduk Kota Ambon lebih kecil dari Kabupaten Maluku Tengah.

Oleh karena itu, himbauan kepada masyarakat yang mempunyai gejala batuk lebih dari dua minggu dan tidak sembuh dengan pengobatan biasa, segeralah periksa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pengobatan gratis, serta bagi masyarakat yang menderita TB tidak usah malu untuk berobat, karena pasien tersebut harus mengkonsumsi obat sampai dinyatakan sembuh oleh petugas kesehatan. (AT-009).

author