Latuheru : Diharapkan April Mendatang ADD dan DD Tahap Pertama Dicair

Ambon, Ambontoday.com – Pemerintah Kota Ambon melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa (BPPMD) Kota Ambon menggelar Pelatihan Sistim Keuangan Desa (Siskuedes) Versi V1.2R1.04 dan Entry Rancangan APBdes/Negeri Tahun 2017 Bagi Aparatur Desa/Negeri, Kecamatan dan Pendamping Desa di Kota Ambon Tahun 2017.

Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mewujudkan Siskuedes yang akuntabel, ungkap panitia Penyelenggara kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Amaris Hotel, Rabu (29/3/2017).

Dikatakan, peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 120 orang terdiri dari Raja dan Kelapa Desa, Sekertaris Desa/ Negeri, Bendahara Desa/Negeri, Aparatur di lima Kecamatan, Pendamping Tenaga Ahli, Pendamping Desa, staf DP3AMD.

Dalam Sambutan tertulis Penjabat Walikota Ambon, Ir. Frans J Papilaya yang dibacakan oleh Sekertaris Kota Ambon, A.G. Latuheru mengatakan, pelatihan Siskuedes ini telah dilalukan kedua kalinya bagi desa/negeri di Kota Ambon. Untuk itu, dalam pelatihan yang kedua kalinya terdapat beberapa catatan yang harus diperhatikan bersama, yakni terdapat beberapa desa/negeri yang belum mengaplikasikan Siskuedes dalam pengelolaan keuangannya.

“Penyebab belum diapilikasikan Siskuedes karena bendahara dan sekertaris desa/negeri mengundurkan diri di tengah tugas, hal ini sangat berpengaruh terhadap peningkatan dan perkembangan serta kemajuan dari desa/negeri tersebut,” akuinya.

Diakui Latuheru, Aplikasi ini baru digunakan sebatas menyusun laporan reasisasi, karena sistimnya belum dioptimalkan secara penuh, yang berarti seluruh transaksi muali dari pemyimpanan uang sampai kepada pelaporannya tidak dilakuka sesuai dengan tanggal transaksi. Hal ini dibuktikan dengan penyampaian laporan realisasi anggaran dan pertanggung jawaban yang belum sesuai dengan norma waktu yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Selain itu, lanjut Latuheru menjelaskan, hilangnya aplikasi sistim Siskuedes di tengah-tangah tahun anggran akibat penggunaan laptop, mengakibatkan laptop yang dikhususnya untuk Siskuedes harus dipakai untuk pelaksanaan kegiatan yang lain.

Selanjutnya, Latuheru menambahkan, masih kurangnya pemahaman secara menyeluruh dalam penggunaan sistim Siskuedes. Oleh karena itu, pelatihan ini dilakukan dan melibatkan perangkat desa/negeri, perangkat yang ada di kecamatan serta pedamping desa untuk lebih memahami dan mengetahui serta menggunakan sistim tersebut, bagi kemajuan desa/negeri di Kota Ambon.

“Dengan melibatkan perangkat-perangkat tersebut, untuk membantu jika terdapat kendala dalam pemakaian sistim ini,” paparnya

Baginya, pelatihan kali ini juga dilengkapai dengan entry data rancangan APBdes atau negeri tahun 2017. Hal ini bertujuan agar seluruh kegiatan yang diusulkan dapat dibahas dan disesuaikan dengan Permendes Nomor 22 Tahun 2016 tentang Perioritas penggunaan dana
desa Tahun 2017.

Ditambahakan, dengan penggunaan Siskuedes ini dapat mempermudah semua perangkat desa/negeri dalam pembuatan laporan ADD dan DD Tahun 2016 selesai, sehingga April mendatang semua Anggran Pendapatan Belanja Desa/Negeri telah Siap, sehingga pencairan ADD dan DD tahap pertama ditahun 2017 dapat ditransfer untuk pemanfaatan ADD dan DD dapat dikelola dengan baik.

“DD dan ADD yang dikelola digunakan instrumen APBdes telah memasuki tahun ke-3 pada tahun 2017,” katanya

Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang perlu diterapkan pada tahun 2017, antara lain Siskuedes wajib di aplikasikan dalam seluru pengeloalan keuangan desa/negeri, seluruh rap fisisk harus diperiksa dan dievaluasi oleh Dinas PU Kota Ambon, pengadaan barang dan jasa harus dilakukan dengan berpatokan pada Perwalkot ternatang pengadaan barang dan jasa di desa/negeri Kota Ambon.

“Ada juga formula yang tepat untuk penggunaan DD dan ADD yang harus meningkat dengan jumlah sangat fantasis yakni penyerahan urusan atau kewenangan desa/negeri serta gagasan annata desa/negeri dengan Pemkot Ambon dan mengsingkrokan dokumen perencanaan di tingkat Kota dan desa/negeri, sehinga desa/negeri menjadi salah satu instrumen dalam menjalankan RPJM Kota Ambon nantinta,” pungkasnya (AT-009)

author