2000 Peserta Hadiri Rakor Bencana Se-Kota Ambon

AMBON, Ambontoday.com– Sebanyak 2000 peserta yang terdiri dari pejabat eselon II, III, IV di lingkup Pemeeintah Kota Ambon, unsur TNI/ POLRI, Kepala Aekolah TK, SD, dan SMP, Ketua Majelis dan pendeta, Lurah, Raja, Negeri untuk hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bencana Se-Kota Ambon bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, yang berlangsung di Audiotorum Unpatti Ambon, Selasa (9/4/2019).

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang di panggung dan dalam ruangan

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam sambutannya mengatakan, perempuan menjadi korban utama saat bencana karena meraka tidak menyelamatkan dirinya tapi malah mencari anaknya. “Bukan diri mereka yang diselamarkan tapi mereka mencari anaknya untuk diselamatkan,” kata Walikota sesuai dengan data yang ada.

Sementara itu, Kepala BNPB RI, Doni Monardo mengatakan, dirinya merasa bangga karena Walikota Ambon bisa merencanakan sebuah kebijakan dari Pemerintah pusat sesuai perintah Presiden RI, Joko Widodo pada tanggal 2 Februari 2019 di Surabaya.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, keramaian dan luar ruangan

Menurutnya, Walikota sebagai pejabat publik yang ikut memberikan pelayanan publik terbaik. “Pelayanan publik terbaik itu adalah terjadi bencana maka tidak ada warga yang menjadi korban. Walikota telah menunjukan komitmennya dengan mengumpulkan seluruh pejabat, pihak dan komponen terkait sehingga ini menjadi sebuah paket yang berkalanjutan dan disosialisasikan kepada masyarakat,” ucapnya.

Ia mengakui, dengan adanya isu Tsunamai, hal ini bisa dinetralisisr ketika masyarakat sudah tahu benar dan tidak benar. “Tsunami itu tidak ujung-ujungnya bisa datang, pasti ada visual gejala sebelumnya yang harus diketahui, kemuadian masyarakat diminta untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan,” paparnya.

Baginya, Memang yang terbaik adalah teknologi dan kita tahu membaca tanda – tanda alam. “Biasanya ada saja gerakan-gerakan hewan yang kita ketahui sebelumnya seperti malam hari seperti burung dan hewan lainnya. Itu gelisah saja, anjing yang sepanjang malam menggonggong sehingga kita kombinasikan dengan teknologi. Informasi-informasi alam yang diketahui dan ini sangat baik,” ungkapnya.

Dengan itu, peristiwa alam yang ada maka masyarakat juga sudah tahu apa yang harus disediakan. Kalau saja gempa berturut-turut dan panjang selama 30 detik maka tidak perlu menunggu peringatan tapi segera meninggalkan rumah, mencari tempat yang aman paling tidak mengungsi ke tempat yang paling tinggi. (AT-009)

author