2500 PASIEN IKUT PELAYANAN KESEHATAN GRATIS

Saumlaki, ambontoday.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku bersama Palang Merah Internasional, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melakukan ‘Pelayanan Kesehatan Gratis’ dengan melayani sebanyak 2.500 warga Tanimbar pada Senin (01/04/2019) hingga Jumat (05/04/2019.

Kegiatan itu melayani operasi katarak, pemeriksaan mata, pemeriksaan dini kanker serviks dan pembagian kacamata secara gratis di dua titik lokasi, yaitu Kota Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel) dan Kota Larat, Kecamatan Tanimbar Utara (Tanut).

“Kegiatan seperti ini membawa manfaat yang besar bagi masyarakat Tanimbar. Sekitar 2.500 pasien yang dapat pelayanan pengobatan secara gratis dan hampir 100 pasien mendapat penanganan operasi serta beberapa pasien yang harus kita rujuk sesuai dengan rekomendasi dokter ke Ambon,” kata Bupati Petrus Fatlolon, SH., MH saat menerima dan mendengarkan laporan kegiatan tersebut dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanimbar, PMI Maluku dan Tanimbar, IDI Maluku dan Tanimbar di Pendopo Bupati pada Sabtu (06/04/2019).

Orang nomor satu di daerah yang dijuluki Bumi Duan Lolat itu pun berjanji akan tetap melakukan kerjasama yang sangat bermanfaat bagi masyarakatnya itu di tahun 2020 ke depan dan menindaklanjuti permintaan tim dokter tentang merujuk dua pasien dengan kanker mulut Rahim.
Sebanyak 2.500 Warga Tanimbar ikut Pelayanan Kesehatan Gratis

“Melalui kegiatan di tahun 2019 ini akan dijadikan sebagai contoh untuk tahun- tahun ke depan. Bupati Petrus Fatlolon berharap kegiatan yang sama ini akan dilakukan dengan skala yang lebih besar lagi. Bupati meminta maaf katika ada tindakan dan sikat perbuatan masyarakat yang kurang berkenan di hati para Tim Medis Selanjutnapelayanan kekurangan-kekurangan di tahun ini akan kita evaluasi untuk kita lengkapi di tahun-tahun yang akan datang,” tutup Bupati Fatlolon.

Dalam kesempatan itu, Ketua IDI Wilayah Maluku, dr. Ade Tuanakotta melaporkan dalam pelayanan pemeriksaan kanker serviks untuk Kota Larat terdapat 107 pasien dan Kota Saumlaki 77 pasien. Ia mengatakan timnya mendapati ada dua pasien yang sangat memerlukan rujukan ke Ambon karena sudah stadium tiga masuk stadium empat dan stadium satu masuk stadium dua dengan kanker mulut Rahim yang pendarahan serta ada satu penderita berusia 20 tahun yang sudah dirtangani dengan pemberian obat. Selain pemeriksaan tim dokter juga melakukan penyuluhan terkait menjaga kebersihan daerah kewanitaan.

“Kami lihat ada perkawinan dini dan sex bebas yang juga mempengaruhi. Sehingga banyak yang kami dapati dengan infeksi-infeksi di mulut Rahim. Pada kegiatan itu kami juga kasih penyuluhan dan pengertian,” kata dia.

Sementara itu yang menjadi kendala dalam pelayanan pengobatan itu adalah keterbatasan waktu untuk tindakan operasi di Kota Larat, sehingga hanya mampu mengoperasi sebanyak 60 pasien. Sedangkan untuk pembagian kacamata di Larat sebanyak 470 pasien dan 130 kacamata untuk pasien di Saumlaki serta ada hampir 700 pasien yang melakukan pemeriksaan mata pada kegiatan tersebut.

“Pelaksanaan dari tanggal 1 hingga 5 kemarin boleh berjalan dengan baik, tidak ada kendala yang berarti oleh tim. Harapannya apa yang boleh dilaksanakan ini dapat ditingkatkan lebih baik lagi ke depan. Prinsipnya kami tim dari Palang Merah Internasional, PMI, Klinik dan IDI pun siap untuk membantu apabila Pemkab Tanimbar bersedia melaksanakan kegiatan ini lagi,” ungkapnya.

Kegiatan itu pun diakhiri dengan saling menukar cinderamata dari Pemkab Tanimbar dan tim. (AT – 014)

author