330 Siswa SMPN 6 Ambon Ikut UNBK

No comment 342 views

Ambon, Ambontoday.com – Sebanyak 330 siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Ambon mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dilangsungkan di gedung SMPN 6 Ambon, Senin (23/4/2018).

330 siswa tersebut terbagi dalam  empat ruangan dengan jumlah siswa dari 25 orang hingga 32 orang per ruangannya. Dan terbagi dalam tiga sesi yakni sesi pertama dari pukul 7.30 WIT-9.30 WIT, untuk sesi kedua dari pukul 10.00 WIT-12.00 WIT dan untuk sesi ketiga mulai pukul 13.00 WIT- 15.00 WIT.

“Pelaksanaan UNBK di SMPN 6 Ambon diikuti oleh 330 peserta dan dilaksanakan selama tiga sesi dari jam 7.30 sampai 9.30, 10.00-12.00 dan dari jam 13.00-15.00. dilaksanakan di empat ruangan, masing-masing ruangan itu bervariasi ada yang 25,32,30,” ujar Kepala Sekolah SMPN 6 Ambon, Jance Mahulette di Ambon.

Pelaksanaan UNBK untuk SMP sendiri akan berlangsung selama empat hari mulai dari hari senin hingga kamis mendatang. “Hari pertama yang diuji adalah bahasa Indonesia, esok matematika dan hari ketiga itu Bahasa Inggris dan terakhir itu IPA,” tuturnya.

Untuk pengawasan itu murni silang penuh jadi dari SMP Andreas, Xaverius, Passo Katholik dan SMP 3 itu rayon 1. jadi untuk UNBK sendiri di kota Ambon itu ada dua rayon. rayon 1 itu SMP 6, SMP 3, Xaverius, Andreas dan RK Ambon kita berlima sedangkan yang sisa dibawah pimpinan rayon dua ketua SMP Kristen YPKPM.

Menurutnya, untuk target nilai yang harus dicapai oleh siswa adalah nilai minimal 5,6 dan bisa dinyatakan lulus. Dan untuk mencapai target itum pihaknya sudah melakukan try out dan ujian sekokah yang seharusnya sudah dapat melatih siswa untuk mengerjakan soal UNBK dan memperoleh nilai tersebut.

“Kalau untuk target nilai itu kan diatas 5,6 jadi kita berharap dari hasil-hasil try out serta ujian sekolah itu sudah merupakan pegangan bagi para siswa karena didalan ujian sekolah sendirikan ada materi ujian nasional yang diujikan. dengan demikian itu juga menjadi bahan latihan untuk mereka sehingga nanti dihari ini dan seterusnya mungkin mereka bisa mencapai nilai yang lebih baik,” terangnya.

Selain itu, untuk listrik dan internet yang digunakan oleh pihaknya hingga sekarang aman. “Untuk listrik dalam pelaksanaan ini sampai tadi malam itu belum ada genset. saya koordinasi dengan Kepala Bidang Dikdas ternyata tidak disiapkan karena ternyata setelah dihubungi kepala PLNnya itu tidak ada informasi tapi saya lihat tetap baik, saya kira memang listrik dan internet tidak ada masalah,” ungkapnya.

Ia berharap, siswa dapat mengerjakan UNBK dengan baik dan dapat lulus dengan nilai yang memuaskan nantinya. “Setiap orang optimis anak-anaknya berhasil tapi tergantung dari perjuangan anak-anak itu sendiri tetapi kalau pribadi saya saya yakin mereka akan lulus,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler yang membuka sampul UNBK di SMPN 6 Ambon mengatakan untuk tahun 2020 pemerintah akan mengusahkan seluruh sekolah yang ada di kota Ambon dapat melakukan ujian berbasis komputer.

“Saya kira sistem UNBK ini suatu sistem yang sangat bagus, yang saya lihat tadi itu adalah soal-soalnya ada yang soalnya panjang, jawabannya panjang dan itu membutuhkan waktu untuk anak-anak menyelesaikannya, terkait dengan keinginan Pemerintah untuk pada tahun 2020 seluruh sekolah sudah harus punya penyelenggaraan sistem UNBK dan itu Pemerintah Ambon akan mendorong terus semua sekolah untuk dapat menyelesaikannya,” jelasnya.

“Kita telah menyaksikan langsung bagaimana enaknya anak-anak kita mengikuti ujian dengan sistem UNBK. Anak-anak lebih santai penyelenggara juga lebih enak karena dari pneyelenggara tidak perlu lagi untuk mempersiapkan, mengamankan soal-soal yang tadinya harus, subuh harus diantar kesekolah dikawal oleh polisi dan sebagainya,” imbuhnya.

Dia menambahkan, untuk UNBK tahun ini diikuti oleh 13 sekolah dari 56 SMP yang ada di kota Ambon. “UNBK ditahun ini untuk semua SMP itu ada 13 sekolah dari 56 SMP di Kota Ambon
Kita upayakan dengan kemampuan kita yang ada untuk tahun 2020 nanti semuanya sudah dapat menyelenggarakan UNBK. 6356 siswa dari 55 sekolah didalamnya negeri dan swasta,” tutupnya. (AT-011).

author