2 (DUA) ABAD PATTIMURA (1817 – 2017) TITIK BALIK (RECOVERY) MALUKU

OLEH: JULIUS R. LATUMAERISSA

Ambontodsay.com, Ambon – Tanggal 15 Mei 2017 yang akan datang akan menjadi suatu momen bersejarah dan penting bagi Rakyat Maluku dimana Rakyat Maluku memperingati 200 tahun atau 2 abad perjuangan Pattimura dalam menegakan keadilan dan kemerdekaan hidup masyarakat di Maluku. Kita semua sangat menyadari dan menghayati gigihnya Pattimura bersama sama rekan rekan Pahlawan asal Maluku yang mempertaruhkan jiwa raganya untuk Maluku tanpa pernah memperhitungkan BERAPA KEUNTUNGAN yang akan didapat dari Maluku, karena mereka berjuang demi Maluku.

Sejarah mencatat bahwa Pattimura dan kawan-kawan telah meletakan dasat dasar perjuangan bagi rakyat Maluku dengan harga yang sangat mahal dengan jiwa yang tergadaikan di tiang gantungan. Ini sebuah pengorbanan yang luar biasa yang saya percaya saat ini sulit ditemukan dalam perjuangan kita semua di Maluku. Dengan berjalannya waktu kita sebagai generasi penerus perjuangan Pattimura dihadapakan dengan tantangan dan persoalan yang berbeda.

Saat ini kita dihadapkan dengan musuh-musuh KEMISKINAN, musuh PENGANGGURAN, musuh LEMAHNYA daya beli rakyat, musuh KETERBELAKANGAN pendidikan, kesehatan, energi, musuh KESENJANGAN sosial ekonomi dan politik, musuh KETIMPANGAN pembangunan, musuh lemahnya persatuan dan kesadaran KEMALUKUAN dan berbagai bentuk musuh musuh yang bersifat laten yang tampil dengan performa yang logis dan realistis.

Semua yang saya katakan di atas merupakan sebuah fenomena sekaligus sebagai rangkaian problematika yang harus dihadapi oleh kita semua baik pemerintah provinsi, kabupaten dan kota maupun semua pemangku kepentingan (stakeholders) dalam pembangunan Maluku. Menghadapi problematika di atas bukanlah suatu hal yang mudah karena Maluku adalah wilayah kepulauan yang berada diantara gugusan pulau dengan tingkat sebaran yang cukup sulit.

Karena itu pembangunan Maluku harus dilihat dari semua aspek baik GEO-FISIK, GEO-STRATEGIS dan POLITIK, GEO-SOSIOLOGIS, GEO-EKONOMI dan GEO-IDIOLOGI PEMBANGUNAN. Pada tataran ini maka diharapkan pemerintah daerah baik eksekutif maupun legislatif dan masyarakat untuk secara bersama sama dalam satu bahasa dan gerakan dalam proses pembangunan secara nyata dan terarah.

RELEVANSI 2 (DUA) ABAD PATTIMURA
SEBAGAI TITIK BALIK MALUKU

Kita sudah melewati berbagai tahapan periode perjuangan di negeri ini, saat ini kita berada pada era pembangunan yang dilengkapi dengan kemajuan ilmu, pengetahuan dan teknologi. Satu sisi kita sadar akan sejumlah agenda pembangunan yang belum terselesaikan secara signifikan sedangkan sisi lain kita dihadapkan berbagai macam pergolakan dan perubahan sosial ekonomi maupun politik dari berbagai arah mata angin yang semuanya sewaktu waktu dapat mengancam eksistensi Rakyat dan jati diri orang Maluku.

Maka dalam menghadapi 200 TAHUN PERJUANGAN PATTIMURA sudah sewajarnya Pemprov Maluku membuat suatu grand designe untuk memperingatinya dengan melibatkan semua elemen masyarakat dengan berbagai program program yang memberikan manfaat Sosial, Ekonomi, terutama manfaat politik bagi Maluku, paling tidak melalui momentum 200 TAHUN PATTIMURA, bukan saja bangsa ini tetapi dunia kembali untuk melihat Maluku sebagai suatu daerah yang patut diperhitungkan karena memiliki kekuatan sosial ekonomi skala besar karena telah memiliki akar sejarah dan budaya yang sangat kuat.

Suka atau tidak suka, akui atau tidak tetapi sejarah mencatat bahwa KOLONIALISME dan IMPREALISME ada di Maluku karena Maluku adalah madu, atau wanita perawan yang menjanjikan kemakmuran, sehingga sudah menjadin perhatian dunia sejak dulu. Posisi ini yang harus diupayakan oleh kita sekarang untuk menjadikan Maluku sebagai seorang Putri cantik dan Perawan yang diminati dan ingin didekati oleh semua pria sejati di dunia ini. Maka melalui 200 TAHUN PATTIMURA Pemprov Maluku sudah harus mempersiapkan suatu kegiatan besar dengan nama PATTIMURA MEMANGGIL DUNIA, yang selanjutnya pasca agenda PATTIMURA MEMANGGIL DUNIA maka secara sektoral kita merasakan adanya suatu perubahan dan kemajuan yang signifikan walaupun perkembangnnya terjadi secara bertahap namun pasti

SYARAT KECUKUPAN YANG HARUS DIPENUHI

Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut maka diperlukan beberapa persyaratan kecukupan antara lain yaitu semua perbedaan persepsi dalam pembangunan di Maluku harus disamakan terutama perbedaan persepsi tentang model dan orientasi capaian pembangunan yang akan diraih. Titik ini selalu menjadi variabel politik interest yang cendrung merugikan Maluku, perbedaan persepsi yang lain adalah apa yang harus diproduksi, bagaimana memproduksi dan untuk siapa hasil produksi tersebut.(AT.007)

author