Huninhatu Minta Bupati KKT Jangan Tahan Bantuan Dana Covid Untuk Rakyat Makatian

Masyarakat Makatian harus menunggu kedatangan orang nomor satu di Kepulauan Tanimbar tiba disana barulah bantuan Covid 19 bisa tersalurkan,Dana desa yang di alokasikan untuk penangan Covid 19 di pantau langsung oleh Bupati KKT.Rakyat Mahasiswa Makatian memberikan kontribusi berupa pikiran untuk pemerintah desa dan Bupati KKT.

Via telp genggam,Om Nyong menyampaikan ” Pemerintah dong kasih tau lewat marinyo (red-juru pengumuman desa, oral) kata Bantuan Corona par Katong masyarakat Makatian nanti baru bisa di kasih kalau Bupati datang di Makatian hari Rabu esok ini.Jadi masyarakat dong tenang-tenang saja.Kalo aktifitas masyarakat disini masi jalan sama deng yang biasa-bisa saja,(18/5)

Ditambahkan oleh Anis Huninhatu,Mahasiswa asal desa Makatian yang menempuh studi di Jakarta “Saya mendapatkan informasi dari kampung kalo bantuan Covid 19 baru bisa di bagikan oleh pemerintah desa Makatian sambil menunggu kunjungan Bupati KKT ke desa Makatian baru bisa tersalurkan.

“Kenapa harus menunggu Bupati baru bantuan tersebut dibagikan? bukannya masing-masing desa punya legitimasi untuk mengatur hal tersebut? Kalo harus menunggu bupati saya berpikir hal tersebut sangat tidak masuk akal”Tegasnya.

“Bantuan kepada masyarakat mestinya dibagikan secepatnya karena banyak masi orang tua yang mempunyai anak yang sedang kuliah mungkin saja dana tersebut bisa dibagikan separu untuk anak mereka”

“Instruksi presiden bahwa aparat desa dana tidak boleh dipersulit atau menahan dana covid 19 maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT).Kalau berkaca dari instruksi presiden maka yang di lakukan oleh pemerintah desa sambil menunggu kedatangan bupati KKT di Makatian sudah sangat salah dan tidak seharusnya seperti itu”

Lanjutnya “Pemerintah desa dan Bupati agar jangan membuat aturan yang tidak masuk akal dan berbagai administrasi yang mempersulit masyarakat.Keadaan sekarang ini sangat menakutkan bukan cuman untuk masyarakat Makatian,Masyarakat Kepulauan Tanimbar
tapi seluruh Indonesia jadi jangan mempersulit keadaan.
Kami mahasiswa hanya memberikan sumbangsi lewat pikiran,tutupnya(AT/19)

author