Ngamuk Di DPRD KKT, Bormasa Sentuni Sopir Angkot

Saumlaki, ambontoday.com – Jumat, (08/05/2020 ), sejumlah sopir angkot mendatangi Gedung kantor DPRD untuk menemui sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar guna menyampaikan tuntutan ke Wakil Rakyatnya, terkait bantuan bagi masyarakat yang terkena dampak Pandemi Covid 19.

Kedatangan mereka diterima lansung oleh Wakil Ketua I DPRD Jidon Kelmanutu dan Wakil ketua II DPRD Riky Jewarisa, yang kemudian Wakil Ketua II mengarahkan para sopir angkot ke Polres KKT untu bertemu dengan Kapolres MTB Adolof Bormasa untuk bisa diberi sedikit bantuan lewat hasil kordinasi Wakil Ketua II Riky Jewarisa

Usai mendapat arahan tersebut para sopir angkotpun langsung bergegas menuju Polres MTB tiba di polres Kapolres AKBP Adolof Bormasa lansung menerima para sopir angkot dan lansung memberi bantuan berupa beras lima kilo. Kapolres Kapolres menyampaikan bantuan beras lima kilo tersebut itu, berasal dari Kapolri yang disumbangkan kepada masyarakat, yang terkena dampak Pademi Crona Covid 19 termasuk para sopir angkot yang mana saat ini telah
menerima bantuan tersebut.

Usai pembagian beras lima (5) kilo kepada sopir angkot Kapolres Bormasa memberi tamban makan kepada para sopir angkot untuk dapat melanjutkan tuntutan mereka ke DPRD sesuai dengan rencana dan tuntutan mereka.

Usai makan siang di Polre MTB sujumlah sopir angkot kembali ke Gedung kantor DDRD guna menyampaikan hasi tuntutan ke wakil rakyat mereka

Tiba di kantor DPRD para sopir angkot diterima dengan baik diruangan sidang DPRD, untuk hering bersama sejumlah Wakil-Wakil Rakyat dan lima orang utusan sopir angkot yang sudah di percayakan atau siapkan oleh sejumlah sopir angkot tersebut.

Sidang dipimpin dan dibuka oleh Wakil Ketua II (dua) Riky Jewarisa, setelah dibuka pimpinan sidang memberi kesempatan kepada lima orang utusan sopir angkot untuk menyampaikan tuntutan mereka.

Sala satu sopir angkot dalam menyampaikan tuntutannya adalah meminta anggota DPRD untuk memperjuangkan bantuan bagi masyarakat yang terkena dampak pandemi Covit 19, termasuk para sopir angkot KKT juga yang terkena dampak dimaksud.

Hingga saat ini bantuan langsung tunai (BLT) yang telah disalurkan oleh pemerintah daerah sejumlah sopir angkot hingga saat ini belum pernah mendapatkannya bahkan sejumlah sopir angkot ancam akan melakukan mogok dan pemblokiran serta penutupan akses jalan jika tuntutan mereka tidak terealisasi.

DPRD bersepakat menerima aduan dan laporan serta masukan dari sejumlah sopir angkot yang akan ditindak lanjuti berupa pemanggilan terhadap Pemda terknis terkait dan Tim Pandemi Covid 19. (AT/Meky)

author