Siamiloy Sebut Tiakur Sona Merah, Pasca Tiga Rakyatnya Positif Covid-19

Tiakur, ambontoday.com –  Setelah dilakukan penelitian PCR/Swab, terhadap dua puluh orang penumpang kapal sabuk nusantara 87 yang sebelumnya diperpanjang masa karantinanya di Tiakur kabupaten maluku barat daya, tiga orang diantaranya dinyatakan positif covid-19.

Hal ini resmi disampaikan ketua harian gugus tugas (gustu) penanggulangan covid-19 Drs. A. Siamiloy M.Si saat menggelar jumpa pers di depan penginapan scorpion lokasi karantina sabtu (30/5) malam pukul 22 : 20 wit.

Siamiloy yang juga adalah sekretaris daerah MBD itu menjelaskan, dari hasil PCR/Swab yang diterima, setelah sampelnya dikirim ke ambon menggunakan pesawat carteran, pasien 01, 02 dan 03 berjenis kelamin perempuan terbukti terinfeksi virus covid-19.
Ketiga pasien ini merupakan penumpang kapal sabuk nusantara 87 yang tiba dari pertengahan mey lalu. Awalnya tiga puluh dua orang yang merupakan penumpang yang dikarantina terpusat pada tiga titik yakni dua puluh orang di penginapan scorpion, delapan orang di mess pemda dan empat orang lainnya di perumahan dokter. Setelah dikarantina selama sepuluh hari, dua belas orang yang menempati perumahan dokter dan mess pemda berstatus negatif dan telah dipulangkan. Namun berdasarkan hasil rapid test, dua orang dari dua puluh orang yang dikarantina di penginapan scorpion menunjukkan gejala reaktif sehingga harus dilakukan karantina lanjutan selama 10 hari sambil menunggu hasil analisis Swab yang telah dikirim menggunakan pesawat carteran.
Hasilnya menunjukkan satu orang positif dari dua orang yang sebelumnya berstatus orang tanpa gejala (OTG) dan dinyatakan reaktif yang dikarantinakan di mess pemda ditambah lagi dengan
Dua orang dari delapan belas orang yang dikarantina di penginapan scorpion sehingga jumlah pasien bertambah menjadi 3 orang sesuai hasil Swab. Sedangkan 17 orang lainnya dinyatakan negatif dan telah dipulangkan ungkap Siamiloy. “Tidak ada alasan untuk kita menahan mereka sehingga malam ini mereka akan dipulangkan” ujarnya.
Menurutnya, saat ini ketiga pasien tidak menunjukkan gejala sakit namun sesuai protokoler kesehatan maka ketiganya kini telah diisolasi di mess pemda dan dalam pengawasan ketat tim medis dan aparat keamanan. (AT/jeger)

author