Bernard Harus Diaudit Sinode GPM, Pembangunan Gedung Gereja Maranatha Watidal Habiskan Rp. 2,2 Milyar Belum Rampung

Ambon, ambontoday.com – Ikatan Keluarga Besar Melbukranin Manesan (Ikamelman) mempertanyakan bantuan dana Hibah 1,3 milyar untuk pembangunan gedung gereja Maranatha GPM watidal klasis tanimbar utara. Pasalnya gedung gereja tersebut belum juga rampung, meski anggaran suda cair seratus persen.

Demikian, disampaikan Ketua Ikamelman Ajudan Komisaris Besar Purn Tanel Kewilaa dan Semy Koritelu sekum kepada Ambontoday.com. di Ambon Rabu (26/6/2019) “kami memintah pihak Sinode GPM untuk turunkan tim audit guna mengaudit anggaran pembangunan gedung gerejah Maranatha jemaat GPM Watidal” kata mereka.

Sesuai rapat kordinasi antara panitia dan majelis jemaat, ujar Ketua dan sekim ikamelman, telah disepakati pembangunan fisik akan berakhi tahun 2018. Sementara pengresmian gedung gereja akn dilakukan pada 2019. Namun hingga akhir juni ini pembangunan fisik gedung gereja tersebut belum juga rampung.

“Kami bingung, sesuai kesepakan panitia dengan majelis jemaat pekerjaan fisik itu tuntas tahun 2018. Ini merujuk pada anggaran panitia sebesar 648.318.000. Bantuan Pemda KKT 1.3 m serta bantuan dana desa Rp. 160.000.000 total anggaran 2.288.318.000 namun yang terjadi pekerjaan belum selesai sampai sekarang ini” ujar Kewilaa dan Koritelu.

Belum rampungnya pekerjaan pembangunan gereja yang telah belasan Tahun dikerjakan, papar mereka, menyebapkan para pekerja jenuh. Mereka kesal karena panitia pembangunan tidak transparan.

Sementara hasil kerja dari dinas pekerjaan umum (PU) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) menyebutkan anggaran Rp. 1,3 M suda cukup untuk menyelesaikan pembangunan fisik gedung gereja. Belum lagi dana panitia dan sumbangan dari dana desa dan dana-dana yang lainnya namun kondisi gedung gereja sampai sekarang belum selesai juga, ada apa?.

Olehnya itu koritelu meminta pihak sinode GPM untuk turun tangan langsung melihat persoalan ini karena jika dibiarkan, akan berdampak lebih luas terhadap kondisi Jemaat GPM watidal serta minta pertanggungjawaban Ketua Majelis Jemaat Jems Bernard.

“Suda saatnya sinode dan Pemda Turun tangan melihat hal ini. Termasuk meminta pertanggungjawaban panitia terhadap alokasi dana milyaran Rupiah yang diberikan untuk penyelesaian pembangunan gedung gereja tersebut” pintah Koritelu.

“Kami berharap ada keseriusan Sinode GPM dalam menyikapi persoalan ini, jangan sampai kamu menempu jalur hukum, sesuai aturan dan hukum yang berlaku di Negara ini, sehingga pihak Sinode secepatnya mengirim tim audit untuk mengaudit keuangan panitia dan kinerja ketua majelis jemaat, Jems Bernard, mengingat beliau langsung turun tangan untuk membelanjai keperluan pembangunan gedung gerejah Maranatha Watidal di Surabaya” harap pensiunan Polri pada satuan Brimob Polda Maluku dan putra terbaik Watidal yang mengabdi pada SMPN 2 Ambon ini. (AT/tim)

author