Diduga Ada Titipan Khusus Di SMA Siwalima Ambon

Ambon, ambontoday. com – Mutuh Pendidikan yang ada di Sekolah Menengah Atas (SMA) Siwalima yang merupakan sekolah unggulan yang ternama dan berkualitas di Provinsi Maluku.

Memasuki Tahun Ajaran baru, diawali dengan seleksi siswa baru, mekanisme yang dipakai dalam seleksi tersebuat berupa tes berbasis komputer dengan standar nilai yang sudah ditentukan pihak Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Maluku sebagai pengelola dan penanggungjawab utama pada sekolah tersebut melalui panitia seleksi yang dibentuk pihak sekolah.

Panitia seleksi untuk siswa baru pada SMA Siwalima ini awalnya menggunakan jasa dari pihak Unpatti, namun tahun 2019, pihak Dinas memberikan tanggungjawab itu kepada pihak sekolah.

Awal dari tugas baru yang diberikan kepada sekolah menimbulkan banyak preseden buruk dan juga dugaan adanya titipan khusus dari berbagai kalangan kepada panitia atau pihak lembangga dalam hal ini Kepala Sekolah (Kepsek).

Dugaan itu ada ketika hasil tes yang awalnya dijadwalkan pengumuman hasilnya pada tanggal 11 Juni 2019, faktanya hasil itu sudah diumumkan pada tanggal 7 Juni 2019, dari hasil yang diumumkan terdapat dua lembar hasil yang ditempelkan pada kaca jendela kantor sekolah.

Hasil yang diumumkan awal atau yang ditempelkan pertama terdapat 82 peserta seleksi yang lolos, pada lembaran hasil yang kedua yang ditempelkan den mencopot hasil yang awal sudah naik menjadi 83 orang yang lolos seleksi.

Dari hasil yang ada diduga satu peserta yang dinyatakan lolos namun dirinya tidak ikut seleksi dan ada juga yang sudah dinyatakan tidak lolos tibah – tibah dilebaran kedua nama yang bersangkutan sudah terterah.

Kepada ambontoday.com, Ketua Panitia seleksi siswa baru E. Tahalea katakan, peserta seleksi atas nama Delita Jousues Komul itu mengikuti tes, karena diberi kesempatan dan itu diawasi langsung oleh Kepsek Dra. P Tahapary, M.Si.

“Komul itu ikut tes, karena pihak orang tuanya menelpon saya, dan saya memerintahkan untuk yang bersangkutan mengikuti tes bersama beberapa rekannya, sehingga yang disampaiak sumber ambontoday.com bahwa yang bersangkutan tidak mengikuti tes itu fitnah, karena awalnya jadwal tes itu seharusnya jam pukul 08.00 wit ditundah hingga jam pukul 14.00 wit, dan tes itu dilakukan serentak semaluku, karena ditakutkan nantinya ada soal yang disebarkan dari kabupaten kota lain ke kabupaten kota lain” kata Tahalea.

Dikatakan juga bahwa terkait dengan ada dua lembar hasil yang ditempel itu adalah kekeliruan dari tim seleksi yang tidak memasukan nama Afifa Sity Navra.

Dari penjelasan ketia tim seleksi ini menimbulkan banyak kecurigaan dan memperkuat dugaan yang ada, waktu selksi yang dilakukan pada hari Jumat jam pukul 17.30 wit bukanya pukul 14.00 wit, dan sesuai keterangan yang disampaikan oleh sumber ambontoday.com bahwa Komul tidak mengikuti seleksi karena terlambat, tetapi yang bersangkutan diloloskan dalam seleksi begitu juga dengan Navra yang diumumkan pertama tidak lolos, kok diorbitkan hasil baru nama yang bersangkutan sudah ada.

Kinerja seperti ini akan menghancurkan mutuh dan kualitas dari sekolah yang ternama di daerah raja – raja ini, jika tahapan seleksi itu sudah ada titipan – titipan khusus dari para pejabat berdasi diProvinsi ini untuk meloloskan keluarga mereka maka, sebagai kepala sekolah dan tim seleksi harus mampu dan berani untuk menolak jika titipan itu ada, agar mutuh dan kualitas yang selama ini disanjungkan terhadap kualitas siswa yang diwisudahkan dan ada pada jenjang pendidikan perguan tinggi dapat dan selalu mengharumkan nama SMA Siwalima diseluruh penjuru NKRI dimana Universitas yang siswa jebolan SMA Siwalima berkulia dan menuntut ilmu disitu. (AT – 007)

author