Konsumsi Kerbau Satu Meninggal Sepuluh Sementara Dirawat, KKT Gempar

Saumlaki, ambontoday.com – Akibat mengonsumsi daging kerbau Masyarakat Desa Alusi Tamrian Kecamatan Kormomolin Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Provinsi Maluku terkapar terinfeksi rabies daging Kerbau, satu orang meninggal sementara lima (5) orang harus dirawat di Puskesmas dan enam (6) lain harus di larikan ke Rumah Sakit Magretti Saumlaki Sabtu (20/06/2020).

Kepada ambontoday.com, Direktur Rumah Sakit Magretti dr. Fully Naunyari Disaumlaki mengakui, ada sebelas (11) orang dari Desa Alusi Batjas kecamatan Kormomolin itu, sementara di tangani oleh medis baik di puskemas maupun di Rumah sakit Magretti.

“Sebelas orang yang terpapar karena terinfeksi virus dari daging kerbau yg mereka konsumsi, mereka baru rasakan reaksinya (reaktif rabies) satu minggu setelah konsumsi, kini lima pasien dirawat pada puskesmas Kormomolin, untuk enam pasien dilarikan ke Rumah Sakit Margeretti” kata Naunyari.

Dikatakan juga, enam pasien yang dilarikan kerumah sakit Magretti, kemjngkinan kondisi pasiennya berat maka harus dirujuk dari puskesmas ke Rumah Sakit Magretti Sabtu, (20/06/2020) sehingga pihak RS lansung melakukan tindakan dan penanganan medis, namun satu diantraanya meninggal dunia di RS minggu, (21/06/2020) sementara lima lainnya dalam penanganan oleh para medis, dengan berharap kondisi pasien lainnya bisa segara membaik.

Diwaktu bersamaan, warga Alusi Batjas yang enggan namanaya dipublikasikan katakan, kerbau yang berabies itu, ketika ditemukan sudah tak benyawah, dan para pasien yang sementara dirawat sekarang adalah pelaku utama untuk memotong kerbau itu untuk dikonsimsi.

“Saudara kami yang meninggal ini, yang menemukan kerbau itu dihutan dengan kindisi sudah mati, ia pergi memanggil masyarakata lainnya untuk turut bantu memotong, mereka yang sekarang sementara dirawat, jadi besar dugaan mereka terinfeksi pada saat memotong daging kerbau itu” ujarnya

“Saya berharap mereka yang masih dirawat baik dipuskesmas maupun RS Margaretty cepat pulih dalam penenganan medis ” harapnya. (AT/meky)

author