Penertiban Terminal, Pedagang Mardika Pertanyakan Solusi Pemkot

AMBON, Ambontoday.com Penertiban terminal mardika yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan kota Ambon, yang melibatkan Satpol PP dan aparat keamanan baik TNI maupun Polri yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi terminal sangat menyulitkan para pedagang.

Hal ini dikarenakan dengan adanya penertiban tersbeut nasib para pedagang yang lapaknya dibongkar tidak punya tempat untuk berjualan lagi.

Udin, Salah Seorang pedagang di terminal mardika mengatakan, kalau dibongkar seluruh lapak yang ada di dalam kawasan terminal mardika pemerintah kota harus mempunyai solusi untuk tempat berdagang mereka selanjutnya.

“Perjanjian walikota kemarin itu nanti bagaimana lapak yang ada 500 lapak sekian itu nanti dikemanakan. harus ada solusinya,” ujarnya di Terminal Mardika, Senin (17/6).

Menurutnya, walaupun sekarang sudah tidak lagi ditagih retribusi dari pemerintah kota tapi para pedagang yang ada masih memiliki kartu biru yang terus dibayarkan kepada pemerintah.

Oleh karena itu, harus ada solusi yang baik dari pemerintah untuk menampung setiap pedagang yang ada di dalam kawasan terminal mardika.

“Ini punya retribusi yang lama, bulan ini sudah tidak lagi kemarin kita sudah ke lantai IV balai kota ini nanti dipindahkan dimana karena mereka juga punya kartu biru yang selama ini bayar terus,” ungkap dia.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon mengatakan, penertiban dilakukan terhadap kawasan terminal A1 dan A2 yang dilakukan pada pukul 15.00 WIT-21.00 WIT.

“Jadi penertiban terminal ini kita bagi menjadi dua tahap, tahap satu itu kita tertibkan adanya PKL yang masih berjualan di area terminal khususnya pada sore hari yaitu dari Pukul 17.00WIT sampai dengan Pukul 21.00WIT, setelah itu kita selesaikan PLK pada jam dimaksud kita kosongkan,” jelas dia.

Dan penertiban ini akan diuji coba selama 20 hari kedepan di jam yang sama untuk memastikan tidak ada lagi pedagang yang berjualan di kawasan terminal mardika. Dengan begitu, fungsi dari terminal akan berjalan seperti seharusnya.

“Penertiban ini akan diuji coba selama 20 hari kedepan, jadi kalau ada PKL nakal yang berjualan dalam terminal akan ditindak oleh Sat-POL PP Kota Ambon dengan Tim gabungan bersama TNI/POLRI. Penertiban yang berikut adalah siap-siap kita bersihkan lapak-lapak yang ada di dalam terminal, prinsipnya kita kembalikan terminal sesuai peruntukannya,” beber dia.

Untuk solusinya, Lanjut Sapulette, setelah ditertibkan dan tidak ada lagi pedagang yang menggunakan kawasan dlaam terminal, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon untuk maslaah penempatan para pedagang tersebut.

“Jadi tahap 1 PKL yang berjualan di dalam terminal, tahap kedua persiapan pembongkaran Lapak di dalam terminal yang akan kita koordinasi dengan Disperindag Kota Ambon agar dapat ditempatkan mereka. Kita perintahkan kepada Indag untuk tidak terbitkan karcis karena terhadap lapak dalam terminal saja kita sudah berhentikan retribusi lapak,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Josias Loppies mengatakan untuk penertiban tersebut melibatkan sebanyak 50 pasukan yang terdiri dari 30 Satuan POL PP, 15 TNI,15 Polisi.

“Kegiatan penertiban pasar ini khususnya kita mengbackup terminal supaya tidak ada lagi kegiatan pasar malam. Jadi penertiban pasar malam diutamakan selama 20 hari ini,” tandasnya.

Ia menambahkan selain melakukan penjagaan dan penertiban sleama 20 hari kedepan, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada para pedagang untuk mengembalikan fungsi terminal sebagaiman mestinya.

“Dipastikan selama 20 pasti para pedagang sadar, dilanjutkan dengan sosialisasi. Dan apabila terdapat PKL nakal maka semua barang-barangnya akan diangkat,” tutup dia. (AT-009).

author