30 Persen Anak Alami Stunting Di Provinsi Maluku

Ambon, ambontoday.com – Tiga Daerah di Provinsi Maluku memiliki mengendap stunting (masalah kekurangan gizi kronis yang mengakibatkan perpendekan terhadap anak) yang tinggi yakni Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Kepulauan Aru.

Hal ini disampaikan oleh Duta Parenting Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad dalam acara Sosialisasi pencegahan stunting, sekaligus pengukuhan Duta Parenting (Pencegahan Stunting) Maluku yang berlangsung di Auditorum Unpatti, Rabu, (3/7/2019).

Widya mengatakan, ketiga daerah tersebut memiliki kasus stunting yang cukup tinggi sehingga harus mendapatkan perhatian dari semua pihak yang ada di provinsi Maluku.

Sebagai duta parenting akan lebih memprioritaskan dan fokus pada tiga daerah untuk memerangi masalah stunting. Pasalnya, untuk masalah stunting sangat berpengaruh terhadap masa depan dan pola kerja dari anak yang tidak lain merupakan generasi penerus bangsa.

“Tiga daerah di prioritaskan untuk perangi stunting yakni di kabupaten Malteng, SBB dan kepulauan Aru dan itu harus menjadi fokus saat ini,” katanya

Di Maluku sendiri, Lanjut Widya tercatat hampir 30 persen dari seluruh wilayah yang ada terdata adanya kasus stunting. Dan ini merupakan suatu ancaman bagi perkembangan dan kualitas dari generasi bangsa.

“30 persen wilayah Maluku terdata stunting dan sangat mengancam bagi masa depan anak,” ujarnya

Untuk memerangi masalah tersebut, dalam waktu dekat Ia dan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku serta Kader PKK akan melakukan kunjungan ke tiga kawasan tersebut untuk memastikan kondisi saat ini.

“Kita dalam waktu dekat akan kunjungan di tiga daerah tersebut untuk melihat bagaimana masalah stunting berpengaruh terhadap pola tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Ike Ponto katakan, dengan adanya Dura Stunting guna mengatfokasi persoalan stunting di Maluku dari tingkat Provinsi hingga kalangan masyarakat bawah.

“Saya berharap adanya Duta stunting maka masalahnya dapat diatasi dan dapat menurunkan tingkat stunting dari 30 persen selama lima tahun nanati” harap Ponto. (AT/lamta)

author