30 Peserta SMP se-Kota Ambon Ikut PPP OSIS

AMBON, Ambontoday.com– Sebanyak 30 peserta tingkat Sekolah Menegah Pertama (SMP) se-Kota Ambon mengikuti Pelatihan, Pembina dan Pengurus (PPP) Organisasi Siswa (OSIS), yang berlangsung di Aula Gonsalo-Kopertis, Ambon, Senin (22/7/2019).

30 peserta SMP se-kota Ambon berasal dari 24 sekolah negeri dan 6 sekolah swasta. Selain itu juga, dihadiri oleh 30 guru sebagai pembina OSIS pada sekolah masing-masing di Kota Ambon.

Sekretaris Kota Ambon, A. G. Latuheru dalam sambutannnya mengatakan, rata-data ketua OSIS adalah sebagai panutan, bukan yang suka buat ulah di sekolah. kalau ada ketua OSIS yang sering membuat ulah di sekolah itu berarti ada yang keliru, proses yang tidak tepat.

“Sebab yang saya tau, penunjukan ketua OSIS di sekolah bukan lagi merupakan penunjukan kepala sekolah atau guru pembina, tetapi melalui sebuah proses langsung di sekolah. Itu harus dilakukan sebagai sebuah proses pembelajaran yang mesti dilakukan saat ini dan proses inipun harus tetap dilakukan sampai kapanpun,” akui Latuheru.

Ia mengatakan, dalam hal-hal seperti ini musyawarah itu sangatlah penting untuk mencapai mufakat untuk sebuah proses demokrasi, dan hal ini i juga berlaku diorganisasi terkecil apapun termasuk OSIS.

“Kalau sudah dimuali dengan pola seperti ini, saya percaya semua kalian akan bertumbuh dalam pertumbuhan demokrastis yang berazaskan pancasila dan UUD 1945, kalau tidak nanti membias sehingga semua hal dapat membias. Hal ini perlu kita jaga terutama dalam upaya untuk membina diri dan karakter masing-
masing, untuk kemudian menjadi pemimpin yang baik dan berkualitas.” ujarnya.

Ia mengakui, di era dulu agak berbeda dengan masa sekarang, karena itu silahkan gunakan ilmu teknologi sebaik mungkin tetapi juga harus ada yang menyaring, supaya sudara tidak jatuh dalam menggunakan teknologi informasi terutama dalam upaya memanfaatkan media sosial.

“Seluruh generasi muda di kota Ambon terutama yang tergabung di dalam OSIS agar mewaspadai semuanya, jangan turut membagikan berita atau postingan yang belum tau kejelasannya, jangan sampai meneruskan hal yang tidak benar, bohong atau hoax, itu dapat berdampak negatif bagi diri kita,” paparnya.

Lanjutnya, harus menjadi pengurus yang pasif jangan yang aktif terutama sebagai pimpinan OSIS. “Jika saudara aktif, saya percaya kalian akan menjadi kader penerus perjuangan bukan hanya di daerah tetapi di nasional bahkan dapat menguasai dunia, karena
itu, isilah pengetahuan sebanyak mungkin dengan ilmu kepemimpinan, harus menjadi bintang di kelas,” bebernya.

Selain itu, Dirinya berharap, seluruh pembina untuk tidak membiarkan mereka sendiri, tetapi kawal terus, jaga dan perhatikan mereka dalam langkah pengabdian di sekolah. (AT-009)

author