Mes Kesehatan Direnovasi, Dinas Kesehatan “Kebakaran Jenggot” Bawa Polisi Temui Ketua Komnas PAN

Ambontoday.com, Ambon.- Ketua Komnas PAN (Penyelalamat Aset Negara) Maluku, Lutfi Attamimi, menyayangkan sikap Kepala Dinas Kesehatan Maluku, Meykal Pontoh yang mendatangi Mes Kesehatan di Lorong Kapok samping Rumah Sakit Almukadam pada Selasa malam (4/7) sambil berbicara dengan nada keras.

Bahkan Attamimi menyayangkan sikap Pontoh yang secara sepihak menuding dirinya melakukan pembongkaran terhadap bangunan Mes Kesehatan tersebut.

“Saya menyesal sikap seorang pejabat yang datang tidak dengan hormat masuk dan berbicara di dalam ruangan, malah dengan nada keras berbicara di halaman terbuka dan menuding saya telah melakukan pembongkaran terhadap bangunan Mes Kesehatan.

Karena sikapnya yang tidak terhormat maka saya juga dengan tidak hormat melayani pembicaraan Ibu Kadis yang asal tuding. Padahal kalau dirinya mau masuk ke ruangan dan kita bicara baik-baik maka saya akan menjelaskan kalau tindakan saya atas bangunan tersebut semata-mata untuk merenovasi dan mengamankan asset negara walaupun bangunan itu berdiri di atas lahan milik PT.Maluku Membangun,” beber Attamimi kepada wartawan, Rabu (5/7) di kantornya.

Sebagai Ketua Komnas PAN Maluku niat dirinya untuk merenovasi dan menyelamatkan asset negara berupa Mes Kesehatan yang didalamnya terdapat penghuni pegawai kesehatan tetapi kondisi bangunan tidak terurus dan layaknya bangunan tak berpenghuni.

“Saya merenovasi bangunan dan membersihak sampah yang ada di halaman Mes dan lantai dua dimana di lantai dua plafon bangunan sudah rusak dan berguguran ke lantai, namun penghuni Mes yang merupakan orang kesehatan yang mestinya memelihara kebersihan malah acuh terhadap kondisi bangunan.

Selain itu, bangunan Mes ini berdiri di atas lahan milik PT.Maluku Membangun yang selama ini tidak pernah ada ganti rugi lahan atau biaya sewa lahan. Bahkan selama ini saya sendiri yang membayar pajak bangunan, menanggung aliran listrik dan air bersih, lalu dimana peran Dinas Kesehatan yang saat ini seperti orang ‘kebakaran jenggot’ datang asal menuding dan mengaku-ngaku ini bangunan miliknya,” ujar Lutfi kesal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meykhal Pontoh yang dikonfirmasi wartawan melalui telephone selulernya mengaku kalau dirinya memang mendatangi Mes Kedokteran.

Maksud dirinya mendatangi lokasi itu karena ada laporan dari pegawai Dinas Kesehatan yang mendiami Mes itu bahwa sudah ada tindakan pembongkaran bangunan oleh PakLutfi Attamimi.

“Maksud kedatangan saya kesana itu untuk menanyakan kepada Pak Attamimi mengapa melakukan pembongkaran atas bangunan Mes itu, bangunan itu kan milik pemerintah karena di dalamnya masih ada pegawai Dinas yang menempatinya.

Saat itu pak Attamimi mengatakan kalau lahan dimana Mes itu berdiri adalah miliknya. Dan saya menjawab kalau saya tidak tahu-menahu dengan urusan lahan tetapi bangunan itu milik pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan sehingga bapak jangan melakukan pembongkaran terhadap bangunan itu,” tutur Kadis Kesehatan.

Dirinya mengaku kalau tidak tahu menahu soal ganti rugi lahan sejak awal Mes itu dibangun tahun 2003, yang lebih mengetahui tentang hal itu adalah Ibrahim Banda yang saat itu bertindak sebagai pimpro dan kini menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buru Selatan.

Pontoh menegaskan, jika proses pembongkaran masih tetap dilakukan oleh pihak Komnas PAN dalam hal ini Lutfi Attamimi terhadap bangunan Mes Kesehatan itu maka pihaknya akan melaporkan persoalan ini  ke pihak yang berwajib.

Belum lama Kadis Kesehatan memberikan keterangan kepada wartawan via telephone sluler di lokasi Mes Kesehatan, datanglah salah satu Kepala Seksi di Dinas Kesehatan Maluku, Pak Rian bersama sejumlah anggota Polisi untuk meninjau lokasi Mes Kesehatan dan bertemu Ketua Komnas PAN, Lutfi Attamimi.

Lutfi Attamimi kemudian menerima kedatangan pihak Dinas bersama Polisi di ruang kantornya, dirinya bahkan mempertanyakan maksud kedatangan pihak Dinas Kesehatan bersama Polisi dikantornya.

“Ada apa ini, kenapa pak Rian datang bawa Polisi.? Mau tangkap saya silahkan saya sudah siap supaya masalah ini sampai ke ranah hukum biar semuanya terbuka jelas,” kata Attamimi dengan nada lantang.

Dihadapan Attamimi dan anggota Polisi, Rian, sambil menggoyangkan kaki dan terkesan mengganggap remeh dengan senyum sinis menjelaskan kalau maksud kedatangan Dinas hanya untuk meninjau lokasi, bukan untuk menahan atau menangkap siapapun, kata Rian.

Usai mendampingi pihak dinas dan anggota Polisi melakukan peninjauan di lokasi bangunan lantai I dan II. Dihadapan, pihak dinas Kesehatan dan Polisi Attamimi membeberkan alasan dirinya melakukan pembongkaran atas sebagian gedung itu.

“Saya membongkar bangunan itu untuk merenovasi, karena saya adalah Ketua Komnas PAN Maluku dan bangunan ini milik pemerintah. Lagian bangunan ini berdiri di atas tanah Eigendom Verponding milik PT.Maluku Membangun dimana saya sendiri juga sebagai pimpinannya.

Pembongkaran itu dilakuakn untuk plafon di lantai dua yang sudah rusak dan gugur berserakan di lantai sambil melakukan pembersihan atas kotoran yang berserakan di lantai dua maupun pekarangan bangunan karena selama ini penghuni Mes tidak menghiraukan kondisi itu,” papar Attamimi.

Terkait sikap Dinas Kesehatan saat ini, Lutfi Attamimi bersih keras akan mengambil alih bangunan itu sampai pihak Dinas melakukan ganti rugi atas lahan.

“Kalau Dinas mau mengambil alih lahan bayar dulu biaya ganti rugi pembebasan lahan bangunan. Selain itu perlu diketahui bahwa, dua hari menjelang Idul Fitri kemarin, Kadis Kesehatan Bursel, Ibrahim Banda yang adalah Pimpro atas pembangunan Mes di tahun 2003 sudah menyerahkan bangunan itu kepada saya, dan ada saksi orang dinas kesehatan sendiri. Kalau boleh, Ibrahim Banda dihadirkan disini untuk ditanya kebenarannya,” papar Attamimi.

Sayangnya, Ibrahim Banda yang dihubungi untuk hadir pada kesempatan itu tidak datang dengan alas an yang tidak-tidak. Padahal sebelumnya Lutfi Attamimi sudah menghubungi dirinya via handphone dan dirinya mengaku akan datang, buktinya dirinya menghindar.

Sementara itu, Ibrahim Banda yang dihubungi wartawan via telephone seluler pada Rabu (5/7) malam tidak menjawab. (AT008)

author