Pasar Mardika Menghancurkan Teluk Ambon.

No comment 100 views

Ambon, ambontoday.com – Dengan adanya pencemaran lingkungan di Kota Ambon diakibatkan karna potensi kesadaran Masyarakat tidak teratur dalam menjaga kondisi kebersihan, segalah kotoran sampah yang mengganggu kesehatan lingkungan yang pada khususnya kualitas air laut di Teluk Ambon.
Sejauh ini banyak sekali dampaknya sampah yang terdampar ditepi pantai, sehingga suasana laut pun menjadi kotor.

Sesuai biodata laut yang dulu dibanggakan dengan skala ekosistem yang amat sempurnah, kini telah masuk diambang kehancuran. Teringat masa dahulu kota ambon dijuluki dengan lumbung ikan sebagai penghasil umpan tradisional, tetapi fakta konkrit menggambarakan nelayan harus pergi mencari umpan diluar Teluk, bahkan ada juga yang beranjak jauh mencari umpan ke Provinsi Tetangga. Miris, jika keangkuhan telah menjalar menutup akal sehat Warga Teluk Ambon, maka dengan sendirinya kotoran sampah semakin tertumpuk dipinggir pantai maupun daratan.

Ungkap Peniliti UPT BKBL Ambon P2 Oseanografi LIPI, Yosmina Helena Tapilatu, sesuai hasil pantauan distribusi serta kepadatan bakteri oleh Pusat Peniliti Laut Dalam (PPLD) LIPI di 18 stasiun peraian teluk ambon sejak tahun 1995 sampai dengan juli 2019 masih banyak terdapat bakteri yang cukup handal.

“Teluk ambon sudah dipenuhi banyak bakteri, semua pihak harus bereksi mengatasi persoalan ini, teristimewa Pemerintah Kota Ambon, dlam hal ini Dinas terkait” ungkap Tapilatu.

Disampaikan juga harus ada Tim monitoring terkait kondisi lingkungan di Teluk Ambon. Untuk mengatasi segalah persoalan tersebut. Setelah itu melakukan aksi kampanye keliling untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang kotoran sampah sembarang tempat karna akan menimbulkan bakteri .

“Pemkot harus membuat tim monitoring guna menjawab persoalan ini” pintah peneliti ini.

Dimintakan hal tersebut harus dilakukan secara rutin karena kesadaran mental Masyarakat butuh waktu yang begitu lama, seharusnya proses ini harus dilakukan secara bertahap, bukan hanya untuk berkoar pada sasaran teori saja, tetapi perlu dilakukan setiap saat untuk mengembalikan kesadaran masyarakat.

“Kita mesti bereaksin dari sekarang sebelum kota bertanduk Teluk ini akan terancam dari berbagai macam kotoran yang lebih parah lagi” utupnya. (AT/halid)

author