Suhaji Benarkan Lahan Mess Kesehatan Bukan Milik Dinkes. Attamimi, Kalau Punya Bukti Dinas Kesehatan Jangan Cuma “Gertal Sambal”

Ambontoday.com, Ambon.- Menanggapi pemberitaan Ambontoday.com, (7/7) dengan judul “Pimpro Bantah Serahkan Bangunan Mess Kesehatan, Dinas Kesehatan Ancam Tempuh Jalur Hukum, Atamimi Tantang,” dimana dalam isi pemberitaan tersebut, Pimpro pembangunan Mess Kesehatan di lorong Kapok, Jln.Jenderal Sudirman, Ibrahim Banda yang menyatakan, kalau sebelum pembangunan Gedung Mess tersebut pihaknya sudah mengurus pembebasan lahan tempat bangunan itu berdiri.
Sayangnya, ketika wartawan menanyakan siapa pemilik lahan sebelumnya dan dokumen kepemilikan lahan yang sudah diperoleh Dinas Kesehatan dari pemilik lahan ternyata tidak ada, bahkan nama pemilik lahanya juga sudah tidak diingat lagi, sementara dokumen kepemilikan lahan sudah hilang dan tidak tahu dimana.
Muhammad Suhaji, kepada wartawan, Senin (10/7) mengatakan, apa yang dikatakan Ibrahim Banda tak bisa dipertanggunjawabkan, pasalanya, jauh sebelum rencana pembangunan gedung Mess Kesehatan, dirinya sudah melakukan pengurusan pembebasan lahan dimaksud dari pemilik sah yakni almarhum Ode Madiami (penggarap) lahan itu.
Proses pembebasan lahan tersebut dilakukan Suhaji dari pemilik sah kepada Lutfi Attamimi pada tahun 2002 untuk membangun penginapan dengan 10 kamar.
“Waktu itu saya sudah mengurus pembebasan lahan dari pemilik sah kepada Lutfi Attamimi jauh sebelum rencana pembangunan Mes Kesehatan dan Rumah Sakit Almukadam. Seluruh dokumen kepemilikan sah atas tanah tersebut ada dengan bukti pembayaran dan sebagainya.
Jadi kalau Dinas Kesehatan mengaku membeli lahan tersebut dari pemilik sah itu tidak benar, karena waktu itu, pemilik lahan di sekitar wilayah itu hanya dikuasai oleh satu orang penggarap, Ode Madiami,” tutur Suhaji.
Dijelaskan, saat lahan tersebut sudah diurus (dibeli) dari pemilik lahan sah kepada Lutfi Attamimi, saat itu juga langsung areal lahan yang dibeli dipagari dengan seng, termasuk areal bangunan tempat Mess Kesehatan berdiri saat ini.
“Jadi saat pembangunan penginapan sudah berjalan, tiba-tiba di areal yang dipagari seng saya mendengar kalau akan dibangun bangunan Mess Kesehatan, saat itu saya juga termasuk marah kepada pak Lutfi Attamimi kenapa memberikan lahan ini untuk pembangunan Mess sedangkan tanah ini kan sudah dibeli.
Waktu itu, pak Lutfi Attamimi mengatakan kalau tidak apa-apa, biarkan saja bangunan Mess dibangun mengingat kondisi saat itu tahun 2003, karena bangunan ini juga demi misi kemanusiaan,” paparnya.
Jadi memang benar kalau lahan ini dulunya dikasi cuma-cuma oleh pak Lutfi untuk pembangunan Mess, karena pak Lutfi sudah memiliki lahan itu secara sah dari pemilik sebelumnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Lutfi Attamimi yang dikonfirmasi mengaku kalau tanah ini sudah diurus sebagai miliknya yang sah dari penggarap sebelumnya yakni Ode Madiami.
“Apa yang dikatakan pak Suhaji itu benar, tanah ini sudah saya miliki dari pemilik sebelumnya secara sah, dan saya sudah membayar lunas. Semua bukti surat tentang pengalihan milik tanah ini dari pemilik sebelumnya ada, tetapi selama ini saya sengaja tidak mau menggembar gemborkan hal itu.
Biarkan Dinas kesehatan berpegang pada versi keterangan mereka, kalau mereka memiliki lahan ini mana bukti pembebasan lahan dan kepemilikan dokumen lainnya yang sah, kalau ada mana buktinya,” papar Attamimi.
Menurutnya, tanah ini sudah dimilikinya secara sah dengan bukti seluruh dokumennya, walau saat ini dirinya memiliki akta tanah Eigendom namun jauh sebelum itu, lahan ini sudah dibeli secara sah dari pemiliknya.
“Untuk itu, kalau Dinas Kesehatan mau membawa masalah ini ke ranah hukum saya hanya diam menanti, saya tunggu keseriusan Dinas Kesehatan untuk tempuh jalur hukum, jangan cuma gertak sambal,” kata Attamimi. (AT008)

 

 

 

author