Ritonga : Tingkat Pencapaian Program JKN – KIS Di Maluku Belum Lengkap

Ambon, ambontoday,com – Pencapaian Kinerja Program JKN-KIS untuk BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ambon sendiri yang mencakup 11 Kabupaten/Kota, terus mengalami peningkatan. Sampai dengan 30 Juni 2017, jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Ambon mencapai 1.216.313 jiwa dan belum lengkap. Hal ini diakui oleh Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Rahmad Asri Ritonga dalam kegiatan Public Expose Capaian Progeam JKN-KIS dan Dampaknya terhadap Perekonomian Indonesia di Kantor BPJS Kesehatan, Selasa (22/8/2017).

Ritonga Akui, peserta yang didaftarkan dan diintegrasikan dengan Program JKN-KIS antara lain ;
Pemerintah Daerah Kota Tual sebanyak 26.546 jiwa (integrasi per 1 Mei 2017),
Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur sebanyak 10.882 jiwa (integrasi per 1 Oktober 2016),
Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan sebanyak 4.993 jiwa (integrasi per 1 Mei 2016),
Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya sebanyak 3.987 jiwa (integrasi per 1 Oktober 2016),
Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat sebanyak 2.363 jiwa (integrasi per 1 Januari 2017),
Pemerintah Daerah Kabupaten Buru sebanyak 2.000 jiwa (integrasi per 1 Januari 2017), dan
Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru sebanyak 955 jiwa (integrasi per 1 Desember 2016), sedangkan tiga daerah sampai sekarang belum lengkap datanya.

“3 daerah tersebut adalah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Ambon,” katanya.

Dia jelasakan, untuk Kota Ambon sampai tahun 2018 belum bisa mengintegrasi Capaian JKN-KIS karena ada beberapa kendala yang menghambat, lain hal dengan Kabupaten SBB yang datanya telah siap hanya menunhgu kesepakatan dengan Pemwrintah daerah, sedangkan Kabupaten Maluku Tenggara belum lengkap data sehingga diusahkan datanya daoat diselesaikan dalam tahun ini.

Lanjutnya mengakui, Pertumbuhan jumlah peserta ini juga diiringi dengan pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama. Saat ini Kantor Cabang Ambon telah bermitra dengan 261 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang terdiri atas 203 Puskesmas, 29 Dokter Praktik Perorangan, 6 Dokter Praktik Gigi Perorangan, dan 23 Klinik Pratama,. Selain itu, BPJS Kesehatan Cabang Ambon juga telah bekerja sama dengan 26 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 26 Rumah Sakit (termasuk di dalamnya 3 Klinik Utama), 3 Apotek, serta 4 Optik.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah terhadap komitmen untuk menyukseskan Program JKN-KIS. Selain komitmen dalam bentuk pembiayaan serta perluasan akses pelayanan melalui penyediaan fasilitas kesehatan,” paparnya.

Dia harapkan, ke depan peran pemerintah daerah juga makin dioptimalkan baik dari sisi kualitas dan mutu pelayanan kesehatan,sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat, bersama-sama memperkuat regulasi terkait kepatuhan pengusaha dan masyarakat dalam kepesertaan JKN-KIS, serta cakupan kepesertaan yang makin luas sehingga dapat terwujudnya Universal Health
Coverage atau cakupan semesta di tahun 2019.

Selain itu, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan serta mempercepat cakupan kepesertaan berbagai inovasi dan terobosan dilakukan untuk dapat memenuhi target tersebut. Masyarakat yang sebelumnya dapat melakukan pendaftaran di Kantor Cabang, Kantor Layanan Operasional Kabupaten/Kota, Website, kini pendaftaran dapat juga dilakukan melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500-400. Tak cukup sampai disitu, kini BPJS Kesehatan juga mengembangkan pendaftaran melalui Sistem Dropbox di Kantor Cabang BPJS Kesehatan, dan Kantor Kecamatan, Pendaftaran melalui Kader JKN serta pendaftaran melalui aplikasi Mobile JKN. Di Ambon sendiri juga tengah dikembangkan dengan membuka Standbooth untuk pendaftaran dan pembayaran iuran di titik-titik keramaian Kota Ambon. (AT-009)

author