Rohanudin : Ambon Kota Terbaik Festival BRIA 2017

Ambon, ambontoday,com – Masyarakat Kota Ambon dan Pememerita secara antusias menyambut pelaksanan Festival Bintang Radio Indonesia dan Asean (BRIA) di Ambon, dimana penyelenggaraan Festival BRIA 2017 Kota Ambon merupakan Kota terbaik dan terbesar sejak 10 Tahun terakhir. Hal ini diakui oleh Direktur Utama LPP RRI, Mohammad Rohanudin dalam sambutannya secara resmi di Festival Bintang Radio Indonesia Asean, Pattimura Park, Senin (21/8/2017).

“Bulu kuduk saya berdiri kencang sejak pawai tadi sore karena masyarakat Kota Ambon begitu menyemangati kegiatan tersebut, dan saya tahu Kota Ambon sangat memahami musik jadi mudah-mudahan tahun 2019 Kota Ambon ditetapkan sebagai Kota Musik Dunia,” katanya

Selain itu, ajang pemilihan BRIA 2017 di Ambon bukan hanya menyanyi. Namun, BRIA hadir untuk Persatukan Bangsa Indonesia lewat lantunan lagu-lagu dari peserta yang berasal dari berbagai daerah Indonesia maupun dari mancanegara.

“RRI mendambakan pemenang ajang ini adalah bibit baru yang mampu dari Maluku menyamakan sepuluh kali dari penyanyi asal Maluku Daniel Sahuleka, harapnya

Sementara Gubernur Maluku, Said Assagaff berharap juara dari ajang Bintang Radio ini para pemenangnya bisa tampil dalam ajang di radio se-Asia Pasifik.

“Oleh Karena itu sejak awal kami mendukung pelaksanaan ajang ini dan atas kepercayaan kepada Kota Ambon sebagai tuan rumah, dapat membangun Kota Ambon sebagai rumah musik Indonesia yang lebih berkualitas,” harapnya.

Diakui, Sesuai tema Bintang Radio Indonesia dan ASEAn Tahun 2017 “Senadung Persaudaraan Dari Ambon Untuk Indonesia” mengandung makna merawat kebhinekaan. Ini dapat dijabarkan merawat kebersamaan dan itu harus mengandung janji dan harapan serta harus digelorakan. Melalui moment ini dapat dimaknakan Kota ambon patut ditiru bukan saja untuk perdamaian Indonesia tapi juga untuk perdamaian dunia yang beradab.

” Dengan senandung kidung dan musikal lewat tangga nada dan keutuhan musik diharapkannya juga Bintang Radio akan bernyanyi dalam rasa persaudaraan yang melintasi batas suku bangsa dan agama. Saya yakin ini akan membuat kita semakin mantap dalam membangun rumah musik indonesia termasuk karakter perdamaian dan cinta kasih persuadaran global antar benua dan antar bangsa,”ucapnya

Sementara Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan ajang pemilihan Bintang Radio Indonesia dan ASEAN 2017 adalah momentum yang tepat untuk dapatkan dukungan dari semua pihak guna menjadikan Ambon sebagai Kota Musik Dunia.

“Musik miliki fungsi yang vital dalam setiap ritual adat di negeri adat yang ada di Kota Ambon seperti panas pela yang disebut Kapata. Bahkan kapata dikenal sebelun nama musik dikenal. Dan kapata berhasil membangun peradaban masyarakat bahkan merajut hubungan persuadaraan pasca konflik sosial di Maluku,”ucapnya.

Pembukaan Festival Bintang Radio Indonesia dan Asean tahun 2017 kemudian resmi dibuka dengan ditandai oleh pemukulan tifa dari Gubernur Maluku, Said Assagaff bersama Direktur Utama LPP RRI, Muhammad Rohanudin, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy serta Ketua Panitia Ajang Pemilihan Bintang Radio Indonesia dan ASEAN 2017, A.G. Latuheru.
Sebelum pembukaan para peserta, stackholder jajaran Provinsi Maluku, Kota Ambon dan RRI serta masyarakat, dihibur oleh musisi internasional asal Maluku, Daniel Sahuleka dengan menampilkan empat lagu diantaranya Dont Sleep Away My Baby dan juga lagu daerah Maluku yakni Lembe-Lembe, serta Pembukaan ditutup dengan pesta kembang api di Pattimura Park dan dihadiri oleh ribuan warga Kota Ambon. (AT-009)

author