Dua Terdakwa Lain Korupsi Bandara Arara Divonis 2 Tahun dan 3 Tahun

Ambon, Ambontoday,com – Majelis Hakim PengadilanTipikor Ambon kembalimenjatuhkanvonisdalamperkarakorupsiproyek Bandar UdaraArara, Kabupaten Maluku Tengah, denganvonisbervariasi.

Pada sidang dengan agenda putusan di Pengadilan Tipikor Ambon, Senin (4/9), majelis Hakim yang diketuai Jimmy Wally dengan dua hakim anggota Hakim Ad Hoc Syamsidar Nawawi dan Hakim Tipikor Hery Leliantono memvonis Endang Saptawaty dengan 2 tahun penjara, sementara Widodo Budi Santoso dengan 3 tahun penjara.Sebelumnya, mantan kepala Dinas Perhubungan Maluku Benjamin Gaspersz divonis 2,6 tahundalam perkara serupa.

Endang berperan sebagai ahli survey, sementara Budi merupakan Direktur PT Seal Indonesia.

Sebagaimana diketahui, dalam korupsi proyek Bandar Arara sesuai dakwaan Jaksa Penuntut Umum dijelaskan perbuatan para terdakwa telah menyebabkan kerugian bagi keuangan negara senilai Rp 670.080.000. Dalam dakwaannya JPU mengungkapkan, proyek studi kelayakan atau visibility study Bandar Udara Arara dikerjakan oleh PT Seal Indonesia dikerjakan dengan nilai kontrak sebesar Rp 767.800.000.- Terhitung 3 Agustus 2015 sampai 2 Desember 2015.

Sebetulnya pekerjaan tersebut dikerjakan oleh PT Bennatin Surya Ciptadengan 11 ahli dari perusahaan tersebut. Tapi dalam perjalanannya, hanya dikerjakan oleh satu orang, yaitu Endang Saptawati yang direkrut oleh Widodo Budi Santoso.

Meski 11 orang ahli dari PT Bennatin Surya Cipta tidak dipakai, 6 orang dari mereka dibayar masing-masing Rp 1 juta untuk biaya “pinjamnama” oleh Widodo Budi Santoso alias Santo. Dan hal ini diketahui oleh Terdakwa I Beny Gasperz danTerdakwa II Jhon Rante.

Beny dan Jhon juga mengetahui survei yang dilakukan hanya satu kali oleh PT Bennatin Surya Cipta, yang dilanjutkan sebanyak tiga kali oleh PT Seal Indonesia. Mekanisme pembayaran pekerjaan studi kelayakan tersebut dibayar sesuai kontrak ada empat termin.

Namun untuk tujuan mendapat bayaran, Widodo Budi Santoso meminta Endang Saptawati membuatkan empat laporan untuk keempat termin tersebut. Tapi lagi-lagi hal itu diketahui oleh Benjamin Gasperz dan Jhon Rante.

Bahwa hasil survei yang dibuat oleh Endang Saptawati dibuat tidak berdasarkan hasil survei. Tapi hanya foto-foto dokumentasi dan data prasurvei milik PT Bennatin Surya Cipta yang diberikan oleh Widodo Budi Santoso. (AT-020)

author