MES – OJK Maluku Gelar Roadshow Asuransi Syariah di Ambon

AMBON, Ambontoday.com– Guna menumbuhkan hidup penuh berkah dengan Asuransi Syariah, Masyarakat ekonomi syariah (MES) bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) provinsi Maluku menggelar roadshow asuransi syariah di Ambon, yang berlangsung di kantor Kementerian Agama kota Ambon, Kamis 5/9/2019.

Ketua umum pengurus wilayah MES provinsi Maluku Bambang Hermanto, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan asuransi syariah yang berlangsung di 77 kota seluruh Indonesia termasuk Kota Ambon melalui kerjasama antara OJK dan perusahaan asuransi syariah dengan tujuan mendorong tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah serta pertumbuhan industri asuransi syariah.

“Menurut hasil survei nasional literasi keuangan tahun 2019 tingkat inklusi keuangan di Provinsi Maluku sebesar 64,00 persen yang jauh dari tingkatan kursi keuangan sebesar 75,00 persen pada tahun 2019 sebagaimana ditetapkan oleh Presiden RI,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini telah terdapat 23 perusahaan asuransi yang memiliki jaringan kantor di Provinsi Maluku. Dari jumlah tersebut belum terdapat jaringan kantor asuransi syariah. Untuk dapat memanfaatkan produk asuransi syariah, telah hadir beberapa produk asuransi syariah yang difasilitasi oleh beberapa perusahaan asuransi konvensional di Kota Ambon.

“Pelaku usaha, generasi muda, komunitas-komunitas syariah, dan masyarakat umum dapat lebih memahami manfaat produk asuransi syariah serta memanfaatkannya untuk meminimalisir exposure resiko,” harapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Sartono Pining dalam sambutan mengatakan, merujuk data otoritas jasa keuangan, perusahaan asuransi syariah Agustus 2018 tercatat memiliki aset sebesar Rp. 42,067 triliun naik sebesar 13,77 persen dari tahun 2017 yakni 36 koma 276 triliun.

“Ini menunjukkan pangsa pasar asuransi syariah dari sisi aset telah mencapai angka 14,909 persen dari total keseluruhan pangsa pasar asuransi di Indonesia. Namun, tingkat literasi dan inklusi asuransi syariah berturut-turut baru sebesar 2,515 dan 1,92 persen,” akuinya.

Untuk itu, adanya upaya lebih masif dari perusahaan asuransi syariah untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tentang Asuransi kepada masyarakat guna memberikan edukasi kepada masyarakat tentang konsep asuransi syariah di Indonesia secara komprehensif dari sudut pandang regulator, ahli, dan praktisi.

“Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang konsep asuransi syariah serta mendorong peningkatan pangsa pasar industri asuransi syariah di Indonesia serta sebagai media silaturahim dengan para stakeholder ekonomi syariah umumnya dan asuransi syariah khususnya,” tuturnya.

Ia berharap, kiranya kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik sehingga membantu masyarakat Maluku untuk mengenal dan mengetahui lebih jauh terkait dengan asuransi Syariah. (AT-009)

author