Tuharea : Murad Tidak Final di PPP

No comment 283 views

Ambon, ambontoday,com – Bakal calon Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff dan Murad Ismail di nilai sama – sama belum final mendapat rekomendasi PPP, pasca musyawarh Kerja Wilayah Pertama Partai Persatuan Pembangunan Provinsi Maluku, yang di gelar di hotel Marina 17 September Lalu. Pernyataan ini disampaikan Wakil Sekretaris bidang Infokom dan Hubungan Media DPW PPP Maluku, Husein Tuharea SE, di Ambon via telephpne selulernya.

Husein Menegaskan, dalam Mukerwil pertama itu, beberapa keputusan telah dilahirkan salah satunya adalah keputusan tentang dua nama bakal calon gubernur Maluku yang akan di bawa ke DPP sebagai bahan laporan atau hasil pelaksanaan Mukerwil Pertama PPP Maluku.

“Saya kira inilah esensinya bahwa keputusan Mukerwil tersebut sejalan dengan pendaftaran dan pengembalian berkas kedua bakal calon gubernur yang mendaftar di PPP” tandas mantan aktivis HMI cabang Ambon..

Ia menambahkan, kita harus mengkajarifikasi ini untuk diketahui didalam pandangan umum DPC PPP Se Maluku, sebanyak enam DPC menginginkan Irjen Pol Murad Ismail, menurutnya itu belum final karena tidak ada suara mayoritas pada Pal Murad. Keinginan beberapa DPC itu bagian dari aspirasi dan dinamika yang terjadi di PPP.

“Saya kira dinamika ini yang kemudian membedakan PPP dengan partai lain. Kita begitu terbuka terhadap aspirasi DPC , dan ini normatif di PPP. Intinya adalah keputusan hasil Mukerwil itu merekomendasikan Ir Said Asseggaf dan Irjen Pol Murad Ismail untuk di bawa ke DPP,” tambahnya.

Kalau hanya enam DPC, ini bukan suara mayoritas. “Komposisi sebenarnya jika mau di hitung adalah seimbang. Yang kemarin itu enam DPC antara lain DPC ARU,SBB,SBT,Malteng,Buru dan Bursel menginginkan Murad, tapi DPC Kota Ambon, Kota Tual, MTB menginginkan Ir Said Asseggaf. DPC Malra merekomendasikan keduanya.
Sementara DPC PPP di MBD menginginkan Assaggaf. Belum suara DPW Anda Tau kemana. Kalo seperti ini sudah tentu seimbang, dan tidak ada suara mayoritas dukungan.” Tegas Tuharea.

Lebih lajnut dijelaskan, jika DPW mengumpulkan ulang DPC – DPC, sudah pasti peta dukungannya akan berubah kembali “ini berdasarkan komposisi formatur DPC- DPC baru yang terpilihp pada rangkaian Mukerwil kemarin” tambahnya.

Oleh sebab itu, peluang keduanya mendapat rekomendasi DPP PPP, Tuharea yang juga Jurnalis CNN Indonesia ini menjelaskan, keduanya punya peluang yang sama.

“Saya kira keduanya telah mengikuti pentahapan di DPW PPP Maluku. Oleh sebab itu, keduanya menjadi bagian dan tanggung jawab DPW PPP. Soal keputusan siapa yang nanti di rekomendasikan DPP PPP, itu adalah kewenangan DPP dan itu kita serahkan sepenuhnya kepada DPP,” tegas Tuharea.

Menurutnya, Baik Mukerwil maupun deskresi keduanya diatur dalam juklak DPP PPP. Oleh sebab itu dalam keputusan perekomendasian keduanya, DPP akan merujuk pada Juklak Yang di tetapkan DPP.

“Pada Pilwakot kemarin, hasil Rapimcab, menghasilkan satu nama atas nama saudara sam A Latuconsina. Tapi kemudian DPP merekomendasikan bapak Syarif Hadler di luar hasil rapncab. Kalau seperti ini kira kira DPP memakai rujukan apa kalau bukan, mekanisme deskresi yang ditetapkan DPP,” terang Tuharea.

Yang pasti lanjut Tuharea, Keputusan rekomendasi DPP akan berjalan normatif dan rasional. selain mempertimbangkan hasil Mukerwil, tentu akan mempertimbangkan aspek lan sesuai yang diamanatkan dalam juklak Partai, salah satunya adalah Survey.

“Dalam waktu dekat kita akan membawa hasil Mukerwil ini ke DPP. Untuk selanjutnya DPP melakukan pentahapan selanjutnya kepada kedua bakal calon,” tandasnya. (AT-009)

author