Bawa Sabu Firman Ditangkap Polisi

No comment 346 views

Ambon, ambontoday.com,. Sidang lanjutan kasus Narkoba jenis sabu sabu kembali digelar di Pengadilan Negeri Ambon. Dengan Agenda pemeriksaan saksi.

Pada tanggal 24/10 .Sidang lanjutan dalam hal ini Hakim ketua SOFIAN PARERUNGAN, SH MH dan dua anggotanya HAMZAH KAILUL, SH dan S.PUJIONO, SH MHum. Jaksa Penuntut Umum (JPU) DINAR HADI KRISNA H W,SH. Pengacara , Alwalid Muhammad SH dan Saidna Alfahry Bintahir. Dan saksi dari anggota Polda Maluku Ditres Narkoba, Alwi La samsudin , Didin Ense.

Terdakwa ALI ADE FIRMAN BOMBAY Als FIRMAN, Pd hari Rabu tanggal 19 april 2017, sekitar pukul 16.00 wit. Bertempat di kantor Dinas PKP- PK (Pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran), Bandara Pattimura Kota Ambon .

Tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menukarkan Narkotika golongan 1, bukan tanaman sebanyak 2 bungkus plastik bening berisikan kristal kristal bening ( sabu-sabu ), dengan berat total 0,68 Gram. Yang di sisihkan untuk di uji Lab BPOM Ambon seberat 0,11, untuk dijadikan bukti di persidangan, 2 (dua) bungkus plastik dengan berat 0,57 gram milik terdakwa.

Bahwa sebelum pada hari rabu tanggal 19 April 2017 sekitar pukul 09.30 wit, Anggota Dit Narkoba Polda Maluku, yaitu saksi Alwi La samsudin dan Didin Ense mendapat informasi ada paket yang merugikan, yang di kirim dari jasa pengiriman TIKI. Setelah saksi Alwi La samsudin dan Didin Ense ,melakukan penyilidikan lebih dalam maka mendapat alamat pengiriman dan penerima paket kiriman yang dikirim melalui jasa TIKI tersebut. Setelah mendapat perintah dari Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Maluku, kemudian memerintahkan saksi Alwi dan Didin, mengawasi paket TIKI yang dimaksud. Yang bertuliskan alamat Firman Bombai ,di Bandara Pattimura Ambon Kantor Dinas PKP-PK, Jl Leimena Laha. Setelah saksi Alwi dan Didin melakukan pengamatan dan pengintaian di sekitar Kantor Dinas PKP-PK bandara Pattimura Ambon. Untuk mengamati kiriman paket TIKI yang dicurigai berisi sabu sabu tersebut, setelah 1 jam melakukan pengamatan saksi Alwi dan Didin melihat mobil TIKI yang mengantar paket yang dicurigai berisi sabu sabu ,tiba di Kantor PKP-PK. Setelah itu saksi Alwi dan Didin melihat Terdakwa keluar dari kantor PKP-PK tersebut ,mendekati mobil TIKI. Setelah Terdakwa menerima paket TIKI lalu Terdakwa masuk ke Kantor Dinas PKP-PK. Dan saksi melihat Terdakwa masuk dengan membawa paket TIKI tersebut kedalam kantor .kemudian saksi Alwi dan Didin menyusul ke dalam kantor , kemudian mengadakan penangkapan terhadap Terdakwa beserta paket TIKI ke dalam mobil.

Setelah Terdakwa di tangkap beserta paket TIKI berisi sabu sabu tersebut, kemudian saksi Alwi dan Didin melakukan interogasi terhadap terdakwa. Dan Terdakwa mengakui kalau kiriman TIKI tersebut milik Syafril Amal Bin Tahir (penuntutan terpisah) .Tidak lama 5 menit kemudian Syafril menelpon melalui HP Terdakwa, menanyakan keberadaan Terdakwa dan paket TIKI tersebut. Mendengar hal tersebut ,kemudian saksi Alwi dan Didin menyuruh Terdakwa untuk menanyakan posisi dari Syafril yang akhirnya mendapat informasi berada di tempat main kartu di belakang warung makan ujung Bandara Pattimura ,setelah itu saksi Alwi dan Didin beserta Terdakwa menuju ke warung. Dan Syafril kemudian dilakukan penangkapan terhadap Aman Bin Tahir .

Bahwa Terdakwa mendapat paket TIKI berisi sabu sabu tersebut dengan cara memesan melalui HP seseorang bernama Ino (tinggal di Jakarta hanya kenal melalui HP )yang menawarkan harga 1 ji Rp 1.500 juta.kemudian Terdakwa menghubungi Safril memberitahukan bahwa harga 1 ji Rp 1.500 juta, dan Syfril menyepakati dengan mentrasfer uang kepada Terdakwa sebesar 1.000.000 juta pd tanggal 16 oktobr 2017,pada pukul 19 .00 wit dan sisanya Rp 2.000.000 juta, di berikan kepada Terdakwa di depan Masjid Batu Merah kota Ambon.setelah uang sudah terkumpul kemudian terdakwa mentrasfer uang keseluruhannya ke rekening BCA milik Ino.kemudian Terdakwa mengkonfirmasi kepada Ino untuk paket sabu sabu di kirim ke alamat Kantor Terdakwa di Bandara Pattimura kota Ambon,.

Ali Ade Firman Bombai als Firman mengandung METAFITAMIN yang termasuk Narkotika golongan 1 Dengan no urut 61 pada lampiran undang undang no.35 tahun 2009. tentang Narkotika. Sidang dilanjutkan minggu depan selasa 31 oktober 2017. Masih dengan Agenda Pemeriksaan saksi ., ( AT 021 )

author