BEI – OJK Gelar Investival 2017

No comment 396 views

Ambon, ambontoday,com – Guna meningkatkan inklusi keuangan masyarakat Kota Ambon dengan mengkampanyekan program YUK NABUNG SAHAM dan memperkenalkan produk-produk investasi di pasar modal serta memperkenalkan permainan Stock Lab sebagai sarana belajar pasar modal yang menyenangkan, Kantor Perwakilan Bursa Efek Inonesia (BEI) Cabang Ambon bekerjasama dengan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku dan pelaku usaha di sektor Pasar Modal di Provinsi Maluku menggelar kegiatan Indonesia Investmen Festival 2017 (Investival), yang berlangsung di Tribun, Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (28/10/2017).

Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Bambang Hermanto mengakui, Investival 2017 merupakan salah satu rangkaian acara bulan inklusi keuangan di Provinsi Maluku yang rutin dilaksanakan di Bulan Oktober setiap tahunnya, disamping kegiatan-kegiatan lain lain yang dilakukan oleh Lembaga Jasa Keuangan baik sekitar perbankan dan industri keuangan Non-Bank.

“Dengan target pembukaan 100 rekening saham baru, kegiatan ini diracik semenarik mungkin dalam bentuk kegiatan Talk show, pameran investasi, kompetisi, games hiburan dan kegiatan lain yang terbuka bagi masyarakat umum, sehinga dapat membangun tingkat kesadaran dan ketertarikan terhadap pasar modal dan investasi pasar modal,” ungkap Hermanto.

Diakuinya, berdasarkan hasil survey nasional Literasi Keungan 2016, tingkat inklusi sektor pasar modal hanya sebesar 1,25 persen, jauh lebih kecil dari tingkat inklusi keuangan secara umum yang sebesar 67,82 persen.

“Ini artinya pemanfaatan pasar modal sebagai sarana investasi dan sarana pemenuhan modal usaha tergolong rendah,” paparnya.

Dikatakan, Investival 2017 secara langsung dilaksanakan di 19 Kota di Indonesia, termasuk Kota Ambon. Dimana Kota Ambonmenjadi satu-satunya Kota di Inonesia Timur yang melaksanakan Investival 2017.

Lanjutnya menambhakan, even yang menjadi bagian dari Investival 2017, antara lain ; Colour Run, Talk Show, Stock Lab Competetion, Hip-Hop Competesion yang menyasar kalangan muda terutama pelajar dan mahasiswa.

“Pengenala instrument pasar modal diyakini akan berdampak besar, sehingga literasi yang diikuti kesadaran berinvestasi dapat tertanam sejak dini serta meluas ke lingkungan sekitarnya,” tandas bambang Hermanto. (AT-009)

author