Gubernur Harapkan Pimpinan Dewan Mampu Bersinergi

Ambon, ambontoday.com – Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail mengungkapkan harapannya kepada pimpinan DPRD Maluku yang baru saja dilantik agar dapat bersinergis dan berkolaborasi dengan semua pihak dalam menjalankan tugas kedepan.
“Pimpinan dewan adalah Alat Kelengakapan Dewan (AKD) yang strategis dan menentukan arah kerja lembaga ini, sehingga harus dapat melakukan koordinasi, komunikasi dan kolaborasi dengan semua pihak,” ungkap Gubernur pada Rapat Paripurna DPRD Maluku di dalam perundingan terkait Sambil Janji Pimpinan DPRD Maluku masa Jabatan 2019-2024 yang berlangsung di Gedung DPRD Maluku, Karang Panjang, Jumat (26/10)
Menurut gubernur, koordinasi, komunikasi dan kolaborasi juga harus dilakukan dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten / kota, TNI / Polri, lembaga vertikal, BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat dan elemen masyarakat lainnya.
Pimpinan DPRD Provinsi Maluku periode 2019-2024 yang diambil sumpah janji terdiri dari satu ketua dan tiga wakil ketua. Mereka diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Tinggi Ambon, Wisnu Wardoyo.
Pimpinan Sementara Ketua DPRD, Lucky Wattimury Membuka Dewan paripurna yang menerima Pembaca SK Menteri Dalam Negeri Nomor 161,81 tahun 2019 oleh Plt Sekretaris DPRD Bodewyn Wattimena.
SK Pendapat tentang pengesahan dan pengangkatan Lucky Lucky Wattimury sebagai Ketua DPRD Provinsi Maluku periode 2019-2024. Dan wakil ketua adalah Richard Rahakbauw dari Partai Golkar, Azis Sangkala dari PKS dan Melkianus Sairdekut dari Partai Gerindra.
“Saudara-saudara bertanggung jawab atas lembaga ini agar semakin sinergis, berkualitas, dapat menunjukkan peningkatan yang semakin baik, serta menjadi mitra kerja pemerintah daerah yang dapat diandalkan,” paparnya.
Selanjutnya berdasarkan ketentuan pasal 33 Peraturan Pemerintah No.12 Tahun 2018 tentang Tata tertib DPRD, akan memberikan tugas-tugas Pimpinan DPRD Maluku yang strategis dalam rangka menggerakkan kinerja lembaga legislatif. Salah satu tugas awal yang penting dan mendasar adalah mengkoordinasikan pembentukan AKD atau Alat Kelengkapan Dewan.
“Segera setelah selesai pelantikan ini, saudara-saudara harus membentuk komisi, badan musyawarah, badan anggaran, badan kehormatan dan lainnya. Patut disadari bahwa keputusan AKD sangat menentukan capaian kinerja lembaga kedepan, sebab melalui AKD sebabkan fungsi-fungsi vital yang diperlukan oleh DPRD yang dapat dilaksanakan, ”kata gubernur meyakinkan.
Gubernur menyetujui, menetapkan ini juga menentukan pimpinan DPRD yang menerima dari Parpol yang menerima suara terbanyak, dengan memperhatikan komposisi menyetujui suara hasil Pemilu 2019.
“Saya ingin katakan pelantikan hari ini adalah amanah yang diberikan oleh rakyat Maluku kepada PDI-P Partai Golkar, Partai gerindra dan Partai PKS, ”ucap gubernur.
Mantan Komandan Korps Brimob ini, menambahkan, amanah disukai yang dipegang pimpinan dewan adalah sama-sama berstatus sebagai wakil rakyat, namun kedudukan selaku pimpinan yang secara otomatis memilih pimpinan dewan yang menjadi wakil dari lembaga terkait, dengan baik dengan cepat maupun sesuai.
“Kepercayaan yang diterima mesti dijawab dengan semangat pengabdian yang tinggi dan kerja keras yang nyata. Saudara-saudara yang bertanggung jawab memimpin lembaga ini agar semakin sinergis, berkualitas, dapat menunjukkan peningkatan yang baik, sekaligus menjadi mitra kerja pemerintah daerah yang handal. , ”Tandas gubernur (AT / lamta)

author