Inovasi Bidang Pertanian, Maluku Butuh Pabrik

Ambon, ambontoday,com – Pelaksanaan Lokakarya dan Seminar Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) merupakan program Kementerian Pertanian yang dilaksanakan satu tahun sekali. Hal ini diakui Sekertaris Jenderal (Sekjen) FKPTPI, Jamhari di Swissbel Hotel, Kamis (12/10/2107).

Dia Katakan, Provinsi Maluku merupakan salah satu daerah yang telah direncakan dari tahun 2015 untuk pelaksanaan Lokakarya tersebut, dimana lebih dari 300 orang peserta yang terdiri dari seluruh dekan, ketua Program studi baik Perguruan tinggi negeri dan swasata jurusan Pertanian yang ada di Indonesia.

“Peran Perguruan Tinggi Pertanian dalam Menghasilkan Inovasi yang mendukung Industri Pertanian adalah tema lokakarnya yang diambil untuk mendekatkan perguruan tinggi dengan sektor reel pertanian,” akuinya.

Menurutnya, satu reel orientasi akan terus dilakukan pada bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini berarti tema payung penelitian yang ada di perguruan tinggi adalah kebutuhan pertanian itu sendiri.

“Kebutuhan pada sektor pertanian meupakan ritme penelitian yang sudah tersusun, akan mampu menghasilkan teknologi-teknologi yang bisa berkontribusi langsung dalam menggerakan sektor reel, meskipun peran perguruan tinggi pertanian adalah outbook Sumber Daya Manusia pertanian yang berkualitas,’ tuturnya.

Untuk itu, Sarjana Pertanian yang berkualitas merupakan hasil utama, sehingga produk yang dimiliki Provisni Maluku dapat di joing dengan hasil penelitian itu sendiri.

“Kalau hal ini bisa, kita senergikan untuk menghasilkan alumni yang berkualitas sekaligus penelitiansecara jelas mengarah kepada inovasi yang akan berkontribusi langsung di dunia pertanian,” tambahnya.

Ia harapkan, dengan Sumber Daya Alam yang ada di Maluku, dapat dikonversi menjadi penumbuh ekonomi dengan negara lain.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua mengakui, Menteri Pertanian telah mengeluarkan statement kepada Provisni Maluku untuk mengembangkan rempah-rempah yang merupakan kejayaan dari bangsa Indonesia.

“Rempah hasil Maluku yakni cengkih dan Pala sangat terkenal didunia,
hingga saat ini, sehingga pembiayaan pendidikan merupakan hasil dari cengkih pala yang dijual,” katanya

Untuk itu, Sahuburua akui bahwa dalam kegiatan ini dapat membuahkan konsep sehingga tercapainya satu inovasi baru dalam pengembangan pertanian di Maluku lebih baik lagi.

“Pala cengkih yang berumur ratusan tahun dapat dipelihara dengan baik, sehingga lahan kecil yang dimiliki oleh Provinsi Maluku dapat dikembangkan, dengan mengharapkan teknologi-teknologi pertanian yang lebih tinggi,”paparnya.

Menurut Sahuburua, Maluku terkenal dengan ikan, namun sekarang yang diinginkan adalah Maluku maju dengan hasil pertanian, yang menjadi kekuatan dalam rangka menggerakan ekonomi masyarakat.

“Yang menjadi masalah sekarang ini adalah harga. Untuk itu, kita ingin lokakarya ini dapat menhasilkan pembahasan yang baik, sehingga adanya suatu pabrik di Maluku dalam pengolahan Sumber Daya Alam dan Potensi yang dimiliki yakni cengkih dan pala,” harapnya

Lanjutnya, dengan adanya pabrik pengolahan di Maluku, dapat membuat masyarakat Maluku khususnya Para petani tidak semata-mata hanya mencari hasil pada laut, namun lahan yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi sati icon untuk Maluku. (AT-009)

author