Kepala PLN Ranting Tehoru Harus Dievaluasi

Masohi, ambontoday.com – Kinerja pimpinan dan karyawan PT. PLN ranting Tehoru yang melayani kecamatan Tehoru dan Kecamatan Telutih kabupaten Maluku Tengah di nilai sangat meresahkan warga dua kecamatan di pesisir selatan pulau seram.

Keresahan warga ini di akibatkan karena pembangkit Listrik milik PT. PLN ranting Tehoru sering padam baik waktu siang maupun di waktu malam.

Akibat pemadaman yang di lakukan pihak PLN ranting Tehoru tersebut membuat hampir 80 % aktifitas warga di dua kecamatan tersebut mandek dan terhambat terutama pada kantor-kantor pemerintah, sekolah maupun pihak perbankan.

Hal ini di ungkapkan ketua LSM Team Operasional Penyelamatan Asset Negara Republik Indonesia (TOPAN-RI) Wilayah Maluku Eduart Hittipeuw.

Kepada media ini di Masohi, Rabu 09/10 Hitipeuw katakan kalau aktifitas publik di kecamatan Tehoru dan Telutih sangat terhambat bahkan bisa di katakan mandek akibat jaringan listrik milik PT. Ranting Tehoru selalu padam baik siang maupun malam hari.

Pemadaman lampu yang di lakukan pihak PLN Tehoru menurut Hitipeuw bahwa bisa memakan waktu dua hingga tiga jam, bahkan sering bisa memakan waktu yang cukup lama.

Kalau sistim pemadaman yang sering terjadi tambah Hitipeuw akan mengakibatkan semua aktifitas masyarakat di dua kecamatan tersebut bisa lumpuh total alias tidak berjalan.

Bagaimana aktifitas masyarakat bisa berjalan secara baik sementara lampu padam terutama di kantor-kantor milik pemerintah maupun sekolah dan juga pihak perbankan.

Pelayanan publik sudah pastinya akan terhambat, tutr ketua LSM TOPAN-RI wilayah Maluku.

Kalaupun hal ini secara terus menerus terjadi, bagaimana masyarakat di kedua kecamatan ini bisa akan maju dan bersaing dengan kecamatan-kecamatan lain yang ada di kabupaten yang berjuluk Pamahanunusa, ucapnya kebingungan.

Kendati demikian, sebagai ketua LSM TOPAN-RI wilayah Maluku, Hitipeuw minta agar kepala PT. PLN Persero Wilayah Maluku untuk segera mengevaluasi kinerka pimpinan dan jajaran PT. PLN ranting Tehoru.

Saya (Edoart Hitipeuw) minta agar kepala PLN wilayah Maluku untuk secepatnyaengevaluasi kinerja PLN ranting Tehoru dan bila perlu mencopot jabatan Pimpinan PLN Tehoru tersebut.

Saya juga akan sampaikan hal ini ke DPP LSM TOPAN-RI di Jakarta agar mereka juga bisa menindak lanjutinya ke pimpinan PT.PLN Persero di Jakarta, tuturnya.

Masyarakat sangat membutuhkan kemajuan dan bukan ketertinggalan yang harus di capai.

Makanya untuk mencapai kemajuan tersebut harus di baringi dengan meningkatnya pelayanan kelistrikan sebagai sumber utama bagi masyarakat di Tehoru dan Telutih, papar Hitipeuw.

Saya sangat yakin kalau masalah kelistrikan kalau berjalan normal di kedua kecamatan paling selatan kabupaten Maluku Tengah maka pastinya masyafakat dan daerah kedua kecamatan itu akan maju dan berkembang sejajar dengan kecamatan lain di Malteng, pungkas Edoart sambil mengharapkan perhatian serius kepala PLN wilayah Maluku. (AT/alex)

author