Main Judi Seorang Warga Ditangkap Polisi

Ambon, ambontoday,com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Ambon kembali menggelar sidang lanjutan perkara judi toto gelap (Togel) dengan terdakwa Yohanes Noya.

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi ini berlangsung pada Senin (9/10) yang dipimpin Felix Ronny Wuisan selaku hakim ketua dibantu dua hakim anggota masing-masing Syamsudin La Hasan dan Jimmy Wally. Pada persidangan itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Selvia.G.A.Hattu menghadirkan saksi Moses Linting yang juga anggota Kepolisian Polda Maluku.

Dalam kesaksiannya Linting mengungkapkan pada Kamis (29/6/2017) sekira pukul 23.30 WIT bertempat di rumah terdakwa di Lorong Gandaria Desa Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku, Noya dengan sengaja menawarkan atau memberi kesempatan untuk bermain judi Togel di rumahnya. Setelah petugas kepolisian dari Ditreskrim Polda Maluku mendapati informasi bahwa ada penjualan togel di Lorong Gandaria Desa Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon, kota Ambon, Linting dan saksi-saksi lain masing-masing Petrus N.Uniwaly, dan Chresly Y.Nussy menuju ke Lorong Gandaria dengan menggunakan mobil . Setibanya para saksi di rumah Terdakwa, lanjut Linting, dia dan dua rekannya itu menuju dapur di bagian belakang rumah terdakwa dan pada saat itu didapati terdakwa sedang menulis dan menjual togel kepada masyarakat. Saat penangkapan itu terdakwa tidak melakukan perlawanan apapun, dan selanjutnya terdakwa langsung digiring ke Mapolda Maluku untuk di proses.

Menurut Linting dalam penjualan togel tersebut, terdakwa bertindak sebagai agen dan penjual. ’’Untuk pemasangan seorang pembeli dapat memasang 4 angka ,3 angka ,dan 2 angka untuk setiap pemasangan dihargai 1.000. Setiap pembelian dapat memasang lebih dari 1.000, dan hadiah di peroleh setiap pemenang di mana untuk 4 angka memperoleh Rp. 2.000.000, 3 angka memperoleh Rp. 350.000, dan 2 angka memperoleh Rp. 60.000. Hasil penjualan togel tersebut terdakwa gunakan untuk menghidupi keluarga,karena terdakwa sehari-harinya juga bekerja sebagai kuli bangunan,’’ jelas Linting. Terdakwa diancam hukuman pidana sebagaimana diatur dan diancam di dalam Pasal 303 ayat 1 KUHP. Sidang dilanjutkan pada Senin (16/10) depan. ( AT- 021 )

author