Merasa Sepenanggungan Pemprov Maluku Bakti

Ambon, ambontoday.com – Merasa Sepenanngungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku bersama pihak TNI, Polri, organisasi, LSM dan mahasiswa mulai menggelar karya bakti di desa-desa yang terdampak gempa bumi di Pulau Ambon.

Kegiatan karya bakti ini dilakukan oleh tim pemulihan pascagempa bumi yang juga melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dengan mengambil lokasi di Masjid Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (18/10/2019).
Kegiatan ini diawali dengan pertemuan bersama warga setempat, seusai sholat Jumat. Selain ceramah, warga juga dibekali dengan pengetahuan tentang kondisi gempa yang mengguncang Maluku saat ini.
Bakti karya ini juga dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, Plt Kadis PUPR Provinsi Maluku, Muhammad Marasabessy, Kepala Biro Umum, Hadi Sulaiman, Kepala BPBD Provinsi Maluku, Farida Salampessy, Dandim 1504 Pulau Ambon, Letkol. Kav.Cecep Tendi Sutandi.
Usai pertemuan, Pejabat Sekda, Maluku, Kasrul, Selang, bagi para wartawan, mengatakan, masyarakat yang terdampak gempa bumi, telah mendorong pemerintah daerah dengan melibatkan TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan yang hadir terjun ke lapangan untuk membantu masyarakat membenahi negeri-negeri yang ingin imbas pascagempa.
“Pascagempa maka tersimpannya tindakan pemulihan ini harus dilakukan. Antaranya memperbaiki sekolah yang rusak, rumah warga yang rusak, jalan yang rusak dan lain sebagainya. Untuk sekolah yang tidak layak lagi, akan disiapkan sekolah darurat dalam bentuk tenda atau dalam bentuk yang lain. Dan yang paling penting di sini adalah rumah yang rusak, ”kata Sekda.
Menurut Sekda, untuk mengelola rumah warga yang rusak ringan, sedang berat, telah disetujui bersama warga untuk dikerjakan dengan swadaya. Pendanaannya dikelola oleh swadaya dan dana akan ditransfer masuk ke rekening masyarakat.
“Nanti kita akan dampingi masyarakat, sampai bisa kembali tinggal di rumah. Terkait rumah dikerjakan sendiri oleh masyarakat dengan pemerintah TNI, pemerintah, pemangku kepentingan lainnya dan masyarakat, ”jelas Sekda.
Sekda juga menghimbau agar warga tidak mudah mempercayai informasi-informasi yang selama ini berkembang dan meresahkan. Penyebaran informasi hanya mendukung untuk menakut-nakuti dan membuat mental warga jadi lemah. Untuk itu, kata Sekda, dapatkan tim di sini dalam rangka memberikan penguatan kepada masyarakat. Sebab, semua analisis sudah memastikan daerah ini aman. Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan.
“Memang omong kosong ini tidak hanya bisa dilawan dengan SMS berantai atau WhatsApp, melalui kesepakatan, tetapi dengan cara memperkuat masyarakat melalui sosialisasi seperti yang dilakukan saat ini,” paparnya.

“Tetap mawas diri dan berdoa kepada Allah SWT dan tetap bersahabat dengan alam. Nantinya teman-teman dari Kementerian PUPR juga akan mensosialisasikan kepada saudara-saudara seiman bagaimana membangun rumah yang tahan gempa dengan desain-desainya, ”ungkap Sekda.
Sekda juga berharap, sosialisasi yang dilakukan ini akan lebih efektif jika dihadiri seluruh warga. “Ya, mungkin kita harus menghadiri masyarakat lebih banyak kagi, jadi apa katong yang bisa diterima semua warga,” haranya.
Intinya, tambah Sekda, tim yang akan berada di lapangan ini, akan membantu warga membenahi negara dengan ikut membantu memperbaiki fasilitas publik dan rumah warga yang rusak pascagempa.
“Kita akan membantu melakukan perbaikan-perbaikan mushola, masjid, atau rumah dan jalan. Prinsipnya jika lebih lama tidak mengubah rumah-rumah warga yang rusak, maka sama dengan kita ikutkan keluarga kita lebih lama tentang di bawah tenda, ”tandasnya.
Sekda juga memastikan, Pemprov Maluku akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terkait dengan permintaan masyarakat Desa Liang, agar pelayanan kesehatan lebih didekatkan. Sebab, disini ada sekitar 3.000 KK atau kurang 17.000 jiwa yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Hal ini akan kita koordinasikan dengan teman-teman di kabupaten bagaimana mengelola Puskesmas, sehingga Puskesmas-nya bisa lebih dekat di sini,” tandas Sekda (AT / lamta)

author