Paska Gempa Maluku, BUMN Salurkan Bantuan Senilai Rp 3 Miliar

Ambon – Posko BUMN Hadir Untuk Negeri terus aktif dalam penanggulangan bencana Gempa yang terjadi di Provinsi Maluku. Kehadiran Posko ini dikoordinir oleh PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. (WIKA) dan mendapatkan dukungan langsung dari Kementerian BUMN. Hambra Sammal selaku Deputi Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN menunjukkan bahwa dalam kurun waktu dua pekan, bantuan dari BUMN telah terhimpun dengan nilai total Rp3,04 Miliar.

Bantuan ini terdiri dari uang tunai, barang atau jasa, dan didistribusikan ke lebih dari 51 titik pengungsian yang tersebar di 3 wilayah administrasi yaitu Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat. Terkait dengan penyaluran, selain melalui Posko BUMN Hadir Untuk Negeri Tanggap Bencana yang berada di Kota Ambon, perusahaan BUMN dapat langsung menyalurkan bantuan langsung ke titik-titik terdampak.

“Kami mendorong BUMN untuk bergerak cepat, mengerahkan semua sumber daya yang ada sejak hari pertama dan mengawal hingga akhir. Bantuan apa pun yang diperlukan dapat diselesaikan dengan segera baru kemudian melaporkan ke posko untuk dimasukkan ke dalam database,” ungkap Deputi Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra Sammal

Hambra juga secara langsung hadir untuk melihat perkembangan terakhir di lokasi terdampak. Dalam kunjungannya yang kedua kali setelah gempa, Hambra yang didampingi oleh perwakilan perusahaan BUMN menyerahkan bantuan sembako dan 1.000 paket makanan serta berpartisipasi dalam program trauma healing bersama pengungsi di Lengkong dan Batu Dua. Selain itu, dirinya juga menyerahkan bantuan obat-obatan kepada Rumah Sakit Darurat Dr Ishak di Halaman Kampus Universitas Darusalam, Tulehu.

Hambra mengakui tantangan yang dihadapi di lapangan adalah pada titik-titik pengungsian yang letaknya berada di pulau yang terpisah dari kota Ambon dan cukup menyulitkan karena keterbatasan akses transportasi dan lokasi pengungsian yang berada di perbukitan. Distribusi bantuan menuju Seram Bagian Barat dan Maluku Tengah harus menggunakan transportasi laut, dan untuk sampai pada titik-titik pengungsian di daerah terpencil yang tidak sepenuhnya dapat mengandalkan mobil, sebagian di antaranya harus dibawa terpisah menggunakan sepeda motor naik.

Untuk memastikan penyalurannya tepat sasaran dan tidak tumpang tindih, Posko BUMN aktif bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Maluku. Sementara itu, distribusi bantuan dari Posko BUMN pun turut melibatkan relawan yang berasal dari Komunitas Lokal maupun NGO yang telah berpengalaman dalam penanggulangan bencana di sejumlah daerah di Indonesia.

Selain itu, BUMN turut mendukung gerakan komunitas lokal dalam konser musik malam penggalangan dana di Ambon. Dengan menggandeng artis-artis lokal dan generasi muda Maluku, bantuan berhasil dihimpun dengan total lebih dari Rp 40 juta.

“BUMN hadir di tengah-tengah masyarakat Maluku dalam semua masa-masa sulit seperti sekarang. Ini merupakan tanggung jawab sosial kami terhadap masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dari pertumbuhan BUMN,” tutupnya. (AT / lamat)

author