Pemkot Gelar Simposium Di Fakultas Kedoteran

AMBON, ambontoday,com – Kegiatan simposium yang berlangsung pada Fakultas Kedokteran, merupakan program kerja sama Pemerintah Kota Ambon dan Kota Vlissingen Negeri Belanda di Bidang Kesehatan dan sekaligus mewujudkan salah satu Program Prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) yaitu Ambon sehat yang diperuntukan bagi Masyarakat Kota Ambon, dengan temaUpdate on General Urology.

“Urology adalah langkah yang dan ekonomis dalam transpomasi Ilmu Pengatahun terbaru dibidang Kesehatan khususnya Urologi bagi para dokter di Maluku terutama Kota Ambon. Guna dalam mewujudkan komitmen untuk mensinergikan serta mengoptimalkan program pembangunan kesehatan di Kota Ambon,” Kata Wakil Kota Ambon, Syarif Hadler saat membaca Sambutan Tertulis Walikota Ambon, Richard Louhenapessy di Aula Lantai III Fakultas Kedokteran-Unpatty Ambon, Jumat (27/10/2017).

Menurutnya, Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya sistematis dan terencana yang dilakukan oleh seluruh komponen bangsa, untuk mengubah suatu keadaan menjadi lebih baik dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya yang tersedia secara optimal, efisien, efektif dan akuntabel.

“Kita harus membangun inovasi baru, meningkatkan sinkronisasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah, serta menggalang kena sama dengan Pemangku kepentingan yang ada baik dikalangan Akademisi, Profesi diberbagai bidang, para Tokoh masyarakat/Agama untuk ikut terlibat dalam menagani berbagai persoalan kebutuhan pelayanan dasar Kesehatan,” jelasnya

Dikatakan, Belajar sepanjang hayat sudah menjadi tugas dan kewajiban bagi setiap dokter. Ilmu kedokteran merupakan ilmu yang akan selalu berkembang, sehingga sangat penting bagi seorang dokter untuk terus memperbarui ilmu yang didapat dalam menjalankan tugas.

“Saya berharap acara ini berjalan dengan lancar, agar mendapatkan banyak informasi dan keilmuan terbaru secara komprehensif sehingga mampu meningkatkan kompetensi sejawat dokter umum dalam menatalaksana pasien sesuai dengan keilmuan terbaru dan keterampilan yang mencukupi di tingkat pelayanan primer,” tandasnya (AT-011)

author