Pengusha Maluku Harus Kembali Berinfestasi Di Maluku

Ambon, ambontoday.com – Perkembangan Pertambangan di Maluku perlu ditingkatkan melalui pengusaha lokal yang ada di Maluku, terkait dengan sistim perijinan yang tupoksinya ada pada Pemerintah Provinsi Maluku harus dipermudahkan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Kadin Maluku John Keliduan kepada ambontoday.com di Swisbel Hotel Selasa (22/10/2019).

Dikatakan juga pertambangan tidak sama dengan usaha – usaha yang lain, mengingat pertambangan memiliki beberapa tahapan dimana, ada eksplorasi dan tindakan lain hingga pada produksi. khusus di Maluku pengusaha yang ada pada bidang pertambangan mesti memiliki tempat lebih dari pengusaha lain.

“Saya kira jika pengusaha di Maluku mendapat tempat yang baik, maka pendapatan asli daerah (PAD) akan membaik sesuai dengan keinginan pemda, namun pengusaha dipandang sebelah mata dan pengusaha luar diutamakan maka dengan sendirinya pengusaha lokal kita tidak akan berkembang” kata Keliduan.

Ia juga menginginkan pihak pemda melihat perusahan yang sudah mendapat CNC harus diperhatikan, karena mereka adalah putra putri terbaik Maluku yang harus dikembalikan hak – hak mereka, bukannya diabaikan.

“Memberdayakan masyarakat maluku dibidang pertambangan, saya kira Pemda mesti serius melihar perusahaan yang dimiliki oleh putra putri Maluku, jangan hanya melirik perusahaan diluar daerah apa lagi perusahaan asing, ini sangat riskan, bagimana kita mau maju jika orang asing yang mengelola kekayaan alam kita” kesal Keliduan.

Terkait dengan tenaga kerja dibidang pertambangan, jika orang asing yang melakukan eksplorasi hingga pengelolaan, pasti tenaganya minim dari anak daerah, lalu menuju ke masyarakat sejahtra pasti kita tidak mewujudkannya, karena mereka lebih melirik pada tenaga kerja mereka, namun pengusaha lokal Maluku diprioritaskan maka sudah pasti mereka lebih memahami daerahanya sendiri.

“Bagimana kita mau menbangun daerah kita kaluaw tambang kita dikelola pihak pengusaha asing, tetapi pertambangan itu dekelola langsung oleh pengusaha asal daerah kita maka paling tidak banyak pekerja dari Maluku” ujarnya.

Sebagai Ketua Kadin Maluku sangat mengharapkan kepada pemda untuk dapat menyeragamkan dan kesepakatan dengan cara mengundang seluruh pengusaha Maluku yang begitu banyak sukses diluar Maluku untuk ada disatu meja guna mendapat suatu kesepakatan memajukan seluruh pengusaha Maluku dibidang pertambangan maupun bidang lain, lebih maju setara dengan pengusaha di daerah lain, bahkan bisa menembus ketingkat nasional.

“Pengusaha asala Maluku ada diseluruh wilaya di Indonesia, tetapi tidak pernah diundang guna membicarakan maudikemanakan Maluku ini kedepan lebih baik” kritik lelaki asal Tanimbar ini.

“Harapan Keliduan, dengan adanya rapat koordinasi yang dilakukan dirjen ESDM yang dihadiri oleh komisi tujuh DPR RI Merci Barens dan juga dari pihak DPRD Provinsi Maluku dan Pemda sendiri, dapat memberikan kemudahan bagi para perusahaan pertambangan dari sisi perijinan amdal, jika itu dipersulit maka, kedepan Maluku akan seperti ini terus, saya juga memintah dan berharap kepada Pa Wakil Gubernur Bapak Abas Orno, untuk dapat sesegera mungkin memanggil seluruh pengusaha terbaik Maluku yang diluar daerah untuk kembali berinfestasi di Makuku dan memajuhkan Maluku dibidang pertambangan maupun jenis usaha lain, guna melihat Maluku lebih maju ke kanca nasional” harap pengusaha ternama asal Tanimbar ini. (AT/lamta).

author