DinKop Malteng Dorong PUM Akses Modal KUR di BPD Maluku

https://scontent.xx.fbcdn.net/v/t1.15752-9/75650506_2470125559902004_2915511095735091200_n.jpg?_nc_cat=110&_nc_ohc=Y5TIhPTtPoMAQnXtoIq2iq42G8D815f30mTVLmxvsXg0ADcTQyEJd3EwQ&_nc_ad=z-m&_nc_cid=0&_nc_zor=9&_nc_ht=scontent.xx&oh=f29c4fb927f1e698095fd68fc76f95c0&oe=5E51A641MASOHI, Ambontoday.com-Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) mendorong pelaku usaha mikro mengakses modal Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Maluku dan Maluku Utara Cabang Masohi. Mengingat, wewenang DinKop Kabupaten Maluku Tengah untuk mengurus Pelaku Usaha Mikro (PUM).

“Jadi peserta sebanyak 50 Pelaku Usaha Mikro (PUM) yang kita ajak pada kegiatan Business Matching pada Minggu, 17 November lalu merupakan pelaku usaha yang sama sekali belum tersentuh oleh bank manapun untuk mengakses permodalan bagi usaha mereka, karena sampai saat ini modal yang digunakan adalah modal mandiri (miliki pribadi),” Akui Kepala Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro pada Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Maluku Tengah, Haji Maridin kepada media ini saat dikonfirmasi melalui Telephone Seluler Kamis (21/11).

Ia berkata, ajakan bagi PUM ini agar mereka sendiri bisa mendengar dan mengetahui persyaratan yang diperlukan untuk bisa mengakses modal Kredit Usaha Rakyat di Bank Maluku dan Maluku Utara. “Kami mengambil kesempatan ini karena memang para pelaku usaha belum akses modal di bank manapun, serta adanya sosialisasi yang disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Maluku dan Bank Maluku dan Maluku Utara dalam kerja sama dengan kami dapat memberikan pemahaman yang lebih tepat,” tuturnya.

https://scontent.xx.fbcdn.net/v/t1.15752-9/76960483_720692001673503_7291937866752458752_n.jpg?_nc_cat=101&_nc_ohc=CifoTt6RLREAQmDGtoJC9bUz2JbGagHeGo4jmEbB3aZSFUwfIhcQLDeHA&_nc_ad=z-m&_nc_cid=0&_nc_zor=9&_nc_ht=scontent.xx&oh=772864880ff7b1eb0efbd1e4c04b39ab&oe=5E8753A6

Selain itu, sampai saat ini pihaknya belum memiliki data atau jumlah PUM yang mengakses modal di BRI Cabang Masohi. Namun, hal ini akan menjadi perhatian bagi kami untuk secepatnya melakukan pendataan. Karena sangat disayangkan para PUM di kecamatan yang ada di Kabupaten Maluku Tengah belum bisa mengakses KUR karena BRI tidak melayani di kecamatan dan semuanya dialihkan ke Masohi, sehingga rentang kendali agak susah bagi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Maluku Tengah memiliki PUM.

“Oleh karena itu, dengan adanya penjelasan dari Bank Maluku dan Maluku Utara, yang progresnya bisa melayani sampai ke kecamatan itu sangat menggembirakan, karena PUM bisa secara langsung mengakses modal KUR di bank tersebut,” ucapnya.

Ia menambahkan, data usaha mikro di Maluku Tengah sampai dengan hari ini berjumlah 6.097 pelaku usaha mikro. Itu tersebar dari berbagai sektor yakni ada sektor perdagangan 4.704, perikanan 329, pertanian 253, industri kecil 177, aneka jasa 601, perternakan 33, semua data ini sudah dievantalisir.

Sementara, tahun 2018 ada sekitar 91 pelaku usaha mikro yang mangakses bantuan KUR di BRI dengan total sebesar 1 Miliar lebih. Untuk data 2019 belum kami rekap. Memang banyak yang memasukan permohonan akan tetapi, setelah diverifikasi oleh pihak bank itu yang lolos hanya 91.

“Semua data yang telah ada asalnya dari pendamping KUR yang ditugaskan mengevantalisir pelaku usaha mikro di lapangan, dan yang berhak untuk menentukan dapat atau tidaknya modal KUR adalah pihak perbankan,” jelasnya.

https://scontent.xx.fbcdn.net/v/t1.15752-9/75552953_509829172945815_3298952242480021504_n.jpg?_nc_cat=108&_nc_ohc=X3MiMDC3X9QAQlqAlqbbcqiy9b6SgN0EVwT4IGCsc4yutliVurT_1MPww&_nc_ad=z-m&_nc_cid=0&_nc_zor=9&_nc_ht=scontent.xx&oh=b168f66ddba97774fe64e8a4bfc47fa4&oe=5E407D1D

Sementara itu, saat media ini mengkonfirmasi Pedagang Buah, Kreis Karessy (38) di Maplaz, Ia mengakui, dirinya telah mengajukan permohonan untuk mendapatkan modal KUR dari bulan Sptember hingga November ini belum terealisasi.

Belum terealisasinya permohonannya karena ada kemungkinan terjadi proyek administrasi BRI unit Amahei dengan BRI Cabang Masohi. “Saya memang dulu pernah berjualan buah-buahan di Amahei, dan sekarang pindah di Maplaz. Jadi mungkin masalah pindahnya lokasi ini sehingga mempengaruhi lamanya proses realisasi,” akuinya.

Untuk itu, dirinya berharap, adanya perhatian dari Dinas Koperasi dan UMKM akan hal ini, agar modalnya dapat terialisasi sehingga usahanya bisa berjalan dengan lancar dan juga bisa lebih menambah jenis buah yang di dagangkan.

Ia menjelaskan, modal KUR itu sangat dibutuhkan untuk membantu usahanya, karena tanpa modal itu keuntungan yang didapat per hari dengan memakai modal sendiri hanya Rp. 50.000,-. “Ini karena jenis buah-buahan yang di dagangkan hanya 2 jenis saja, sehingga kurang menarik daya beli dari masyarakat,” ujarnya.

https://scontent.xx.fbcdn.net/v/t1.15752-9/78498933_1285945368255684_623466141406199808_n.jpg?_nc_cat=111&_nc_ohc=u2k2u_A6900AQnOh0gUXJYaGKsOpcHEzgp6tI-fs9xYPkeQQIksZX2L_g&_nc_ad=z-m&_nc_cid=0&_nc_zor=9&_nc_ht=scontent.xx&oh=b8d6ca480f91b49a373c04c37d754556&oe=5E4D7F16

Dari informasi inilah, Haji Maridin mengakui, pihaknya akan memerintahkan para pendamping KUR untuk mengecek langsung dilapangan sehingga proses pengajuan pinjaman modal KUR di BRI Cabang Masohi dari Ibu Kresi Karessy dapat di cek secara langsung.

“Nanti saya usahakan karena memang ini tugas untuk membantu masyarakat kecil, yang penting kita mendapat informasi seperti ini. Sebab, melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malteng ada satu persyaratan yang harus dipenuhi sesuai Peraturan Presiden agar di tindaklanjuti di lapangan yaitu surat izin usaha mikro. Dimana semua PUM harus mempunyai surat izin usaha mikro sebagai legalisasi di lapangan sehingga mereka menjadi pelaku usaha binaan dinas koperasi,” tandasnya. (AT-009/Elis)

author