Latuheru Buka Sosialisasi Saber Pungli

Ambon, ambontoday,com – Guna melakukan pemantauan terhadap hal-hal yang dilakukukan oleh oknum-oknum tertentu di luar ketentuan peraturan

perundang-undangan termasuk peraturan daerah seperti memberi dan menerima uang serta memungut uang yang tidak diperbolehkan, Pemerintah

Kota Ambon melalui Inspektorat Kota Ambon menggelar Sosialisasi  Saber Pungutan Liar (Pungli) bagi OPD, Lurah, Kades dan Kepsek se-kota Ambon di

The City Hotel Ambon, Rabu (29/11/2017).

Sambutan Walikota Ambon yang dibacakan oleh Sekertaris Kota Ambon, A.G. Latuheru mengatakan, Pungli merupakan kegiatan memungut atau meminta biaya secara paksa kepada pihak lain adalah paraktek kejatan atau perbuatan pidana.

“Oleh Presiden RI, Joko Widodo telah menginstruksikan bahwa gerakan Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) harus dilaksankan di seluruh Indonsia

termasuk daerah-daerah , karena penyakit pungli sudah mengjangkit hampir di seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, pungli badalah suatu cermin kebrobokan perilaku mental dan spiritual pelaku yang dilakukan oleh oknum tertantu, bahkan sudah menjadi

suatu kebiasaan oknum aparatur penyelenggara negara dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan pembentukan Sabar Pungli, diharapkan dapat memberantas hal-hal yang berhubungan dengan pungutan tidak resmi akan segaer ditiadakan,” jelasnya.

Baginya, semangat pemberantasan pungli bukan hanya faktor jumlah kerugian negara yang diakibatkan, tetapi lebih pada faktor kebiasaan  tidak jujur dan harus dihilangkan. “Untuk itu, ” saya menghimbau, semua jajaran aparatur pemerintah di lingkup Pemerintah Kota Ambon untuk selalu memberikan

pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya tanpa ada pungutan dalam bentuk apapun di luar ketentuan yang berlaku,” imbaunya.

Dia berharap, lewat sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman dan pengertian tentang pungli, sehingga tidak menimbulkan salah tafsir dan dapat

mengetahui yang perlu dialkuan dan tidak, agar pungutan yang dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan standar operasional

prosedure yang berlaku.

Sementara itu, Ketua Satgas  Saber Pungli, Kombes Pol Sarona mengakui, Pusat pelayanan publik menjadi sangat yang tepat karena berhubungan langsung dengan masyarakat dan para petugas dapat dengan leluasa untuk melakukan pungutan liar. “Pada umumnya di pelayanan-pelayanan publik itu cepat sekali ada pungli ,” ujarnya.

Maka pihaknya,  sedang melakukan kunjungan langsung ke tempat penyedia pelayanan publik yang ada di kota Ambon maupun di Maluku untuk menyampaikan informasi kepada petugas tentang telah ditetapkannya Satuan Tugas Sapu Bersih, Sehingga  pelayanan publik akan lebih diawasi untuk meminimalisir adanya tindakan pungutan liar.

“Kami langsung datang ke pelayanan-pelayanan publik di kota ambon ini di maluku untuk menyampaikan kepada teman-teman yang diberikan pelayanan sekarang sudah ada Satgas Sapu Bersih,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya akan turun langsung ke tempat yang ditetapkan untuk menyediakan pelayanan publik, media cetak maupun elektronik harus dapat membantu untuk menyebarkan adanya Satuag Tugas Sapu Bersih kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tidak akan tertipu dan memberikjan uang kepada pihak tertentu yang ingin berbuat curang.

“Jadi mohon dukungan dan bantuan teman-teman karena dari media ini sangat strategis untuk berperan supaya pungli supaya kita redakan,” tambahnya.

Menurutnya, pungutan liar harus dihentikan karena sangat merugikan masyarakat dan pungli adalah perbuatan curang yang dilakukan untuk menipu dan memanfaatkan keadaan yang dialami oleh masyarakat. Karenanya, dengan adanya Satgas Sapu Bersih maka pelayanan publik yang ditujukan untuk membantu masyarakat dapat dilakukan dengan bersih tanpa meminta imbalan.

Dirinya berharap, melalui kunjungan yang dilakukan oleh pihaknya maupun pemberitaan di media cetak maupun elektronik dapat membuat pungutan liar yang ada di masyarakat menjadi berkurang bahkan tidak ada lagi. Sehingga masyarakat dapat merasakan pelayanan publik yang maksimal dan tanpa biaya diluar dari apa yang telah ditetapkan. (AT-009)

author