Pasca Gempa Kepoktan Kurangi Aktivitas Menanam, KPw BI Maluku Terus Dorong Tingkatkan Penggunaan Lorong

AMBON, Ambontoday.com– Pasca Gempa yang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Tengah dan Kota Ambon pada 26 September 2019 lalu, Kelompok Tani (Kepoktan) sayuran dan holtikultural yang merupakaan Binaan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Maluku mengurangi aktivitas bercocok tanam dan kembali ke daerah asalnya masing-masing.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw) BI Provinsi Maluku, Noviarsano Manullang saat Press Confres mengatakan, semua kegiatan dibagian pertanian itu merupakan kerjasama dwngan Dinas Pertanian di Provinsi Maluku, dan pihak BI hanya mendukung.

“Jadi kita minta saran, mana kelompok tani yang masih bisa perlu kita dukung untuk perkembangannya,” katanya di KPw BI Provinsi Maluku, Selasa (5/11/2019).

Ia mengakui, kelompok tani yang merupakan binaan BI Maluku dalam waktu dekat ini belum bisa beroperasi karena mereka telah kembali ke daerahnya. Untuk itu, pihaknya tetap berusaha mencari solusi agar pasokan yang dari Maluku itu tetap ada.

“Dari rapat koordinasi kita dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku, disitu bagaimana kita mendorong supaya produksinya bisa dikelola dari Ambon agar mengatasi distribusi. Oleh karena itu, kami mencoba memperluas kepoktan-kepoktan itu lewat dinas Pertanian Provinsi Maluku,” akuinya.

Selain itu, Ia berkata, pihaknya mendorong pemanfaatan lorong beta untuk bisa menamam. Kedepan kita akan tambahkan lagi pemanfaataan lorong ini untuk menanam sayuran dan bumbu-bumbuan untuk kebutuhan sehari-hari,” harapnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala Tim SP, PUR, Layanan dan Administrasi di BI Maluku, Teguh Triyono mengakui, secara umum mereka tetap berproduksi walaupun ada penurunan pemesanan dari mitra kerja.

“Walaupun beberapa kelompok tani yang istirahat sejenak pasca gempa, akan tetapi semuanya sudah normatif, karena sekarang kelompok tani binaan kita ordernya meningkat seperti di Taeno, sampai BI fasilitasi untuk pemasok ke pasar-pasar tradisional,” katanya.

Ia mengungkapkan, informasi yang dimiliki, pihaknya mengajak mitra kerja yakni dari Hotel untuk turun langsung ke lokasi petani agar melihat proses panen. Tak hanya itu, hasil panen dari para petani dipasok ke restoran mitra BI. “Dengan itu, saat kegiatan BI yang dibuat di restoran tersebut sekaligus bisa dipromosi, karena
dari sisi penjualan masih relatif murah dibandingkan membeli pada pihak ketiga. Selan itu, produknya masih fres untuk dikonsumsi,” terangnya.

Ia menambahkan, BI juga melakukan beberapa percepatan program, salah satunya adalah terkait dengan perkembangan Instrogfayer yang akan diresmikan pada minggu ketiga bulan ini. Artinya peresmian itu bukan petani dan pasokannya dimanfaatkan tapi kita buat secara seremonial.

“Kota Ambon sendiri, beberapa pasokan masih dari luar Provinsi Maluku. Untuk itu, kita lakukan juga skriming guna perluas petani binaan lewat pelatihan bagi 3 kelompok petani yang telah divelar di Talaga Kodok,” tandasnya. (AT-009/Elis)

author