Penjabat Desa Negeri Lama, Bantah Keras Pemberitaan Penyelewengan Anggaran DD

AMBON, Ambontoday.com– Penjabat Kepala Desa Negeri Lama, Imelda Tahalele membatah keras pemberitaan di media tivamaluku.com pada tanggal 23 November lalu terkait dengan penyelewengan angaran Dana Desa (DD) oleh Pemerintahan Desa Negeri Lama. Pernyataan ini diakuinya kepada media ini di ruang kerjanya, Jumat (29/11/2019).

Ia mengakui, pemberitaan yang dimuat oleh media itu tanpa mengkonfirmasi kebenaran yang ada pada pihak kami. “Sangat disayangkan dengan pemberitaan yang hoax, karena oknum wartawan yang memberitakan pemberitaan tersebut tidak secara langsung mengkonfirmaasi kepada saya selaku penjabat Kepala Desa Negeri Lama, dan hanya menulis dengan adanya laporan dari masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ada dua oknum wartawan dan seorang sopir yang mempalsukan identitasnya sebagai anggota KPK untuk memeras kami dengan pemberitaan yang belum ada kebenarannya. Mereka bertiga, datang ke kantor saya dan berbicara panjang lebar terkait dengan program bantuan keramba bagi masyarakat, dan juga penyelewengan DD. Namun, program bantuan keramba kepada masyarakat di desa Negeri Lama telah diselesaikan dengan sangat baik dan tidak ada masalah. Padahal, Menurutnya, mereka hanya mencari-cari kesalahan pada kami dengan maksud dan tujuan yang lain.

Lanjutnya, memang program pembuatan keramba ini dianggarkan pada tahun 2018, akan tetapi anggaran dana desa untuk pembuatan keramba ini baru cair pada akhir bulan Desember 2018, sehingga program pembuatan keramba baru jalan pada awal tahun 2019.

Selain itu, di awal tahun 2019, pihak kami terkendala dengan tidak adanya pengadaan tong sehingga staf kami mengecek dan mencari hingga pada bulan April 2019 baru tong itu ditemukan di daerah Tantui dan dibeli guna pembuatan keramba tersebut. Dan sampai saat ini kerambanya telah siap, dan rill tidak ada masalah.

“Masuk akal tidak, kalau ada kendala dalam pemberian bantuan ke desa dari anggaran DD tidak tersalur dengan baik otomatis anggaran kami pada tahap berikutnya tidak akan cair sebelum semua laporan diterima,” tuturnya.

Tahalele mengungkapkan, dari hasil cek dan riceknya, ternyata anggota KPK yang palsu ini hanya memiliki kepentingan dengan mengancam kami agar keinginannya bisa tercapai.

“Saya dan staf tidak takut diancam, karena kami sudah bekerja sesuai SOP yang dimiliki. Kalau diduga ada penyelewengan, silahkan ada julurnya untuk lapor ke inspektorat, kejaksaan dan kepolisian dan kami siap untuk diperiksa,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya telah menyerahkan seluruh permasalahan ini kepada pihak yang berwenang untuk memproses masalah ini.Pasalnya, hal ini telah menjatuhkan imets saya selaku Penjabat Desa Negeri Lama. (AT-009/Elis)

author