Wow ! Maluku Penyumbang Gempa Terbanyak Secara Nasional

Ambon, ambontoday.com – Berdasarkan kajian dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ternyata Maluku adalah daerah yang paling terkena gempa jika dibandingkan dengan daerah lain diseluruh Indonesia.
“Maluku ternyata berkontribusi besar sebagai daerah terdampak gempa. Bahkan data dari BNPB Gempa di Maluku mencapai 60 persen, ” jelas Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Zeth Pormes kepada awak media kemarin di Baileo Rakyat Belakang Soya Ambon.
Dia menuturkan, saat kunjungan kerja Komisi I pekan kemarin ke BNPB, ternyata Komisi mendapat informasi terbaru dan penting tentang perkembangan Maluku, khusunya Kota Ambon, sebagian wilayah Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat.
Menurutnya, peristiwa gempa yang terjadi secara beruntun adalah kejadian yang luar biasa, untuk itu BNPB memberikan perhatian serius kepada Maluku.
“Khusus untuk Kota Ambon BNPB, telah merilis data terbaru dimana terdapat sepuluh titik cecar terbaru,” sambung dia.
Menyikapi hal itu Kota Ambon diharapkan membuat regulasi terkait pembangunan infrastruktur maupun kawasan pemukiman yang tahan terhadap gempa ataupun larangan aktivitas pembanguna pada kawasan yang dimaksud.
Ketua Fraksi Partai Golkar ini menambahkan, BNPB telah memberikan bantuan dua buah alarm tsunami yang nantinya akan dipasang di Balai Kota dan Dermaga Feri Galala.
Sementara itu, berkaitan dengan dana bantuan bagi pengungsi sebesar Rp.34 miliar telah disiapkan oleh BNPB, namun anggaran tersebut belum bisa dicairkan karena menunggu data korban gempa yang diverifikasi berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sudah di SK kan Kepala Daerah dan Petunjuk Theknis oleh BPBD Maluku.
“Memang benar Pemerintah Kota Ambon telah memasukan data pengungsi ke BNPB namun ada yang tidak memiliki NIK. Kalau data itu telah diverifikasi dan sudah ada juknisnya BNPB langsung memberikan anggaran tersebut ke Kota Ambon,” jelas dia.
Untuk itu, Pormes berharap agar verifikasi data sesuai dengan NIK dan penyiapan Juknis pembagian bantuan agar secepatnya anggaran tersebut dapat tersalurkan.
Sementara itu, dirinciksn besar anggaran Rp.34 miliar dibagi atas tiga klasifikasi, yakni korban rusak berat sebesar Rp.50 jt, korban rusak sedang Rp.25 juta dan rusak ringan Rp.10 juta. Sementara uang tunggu untuk korban rusak berat diberikan sebesar Rp. 500 perbulan dan diberikan selama enam bulan. (AT/atik)

author