138 Peserta Se- Maluku Ikut Rapat Evaluasi Pengawasan Obat dan Makanan

AMBON, Ambontoday.com– Sebanyak 138 peserta se-Maluku mengikuti Rapat Evaluasi, yang digelar oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon di Hotel Santika, Selasa (17/12/2019).

Dalam Sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, M. Pontoh mengatakan,
Kebutuhan pengawasan terhadap obat-obatan dan makanan perlu dilakukan secara intensif dan kontinyu untuk memberikan perlindungan terhadap masyarakat.

“Pengawasan ini perlu, agar setiap prodak yang dikonsumsi masyarakat baik makanan maupun obat-obatan yang beredar dalam masyarakat bisa memenuhi aspek mutu legal dan layak dikonsumsi,” katanya.

Ia mengakui, sampai saat ini masih banyak ditemui prodak makanan dan obat-obatan yang tidak layak konsumsi serta mengandung bahan berbahaya bagi masyarakat yang tentunya berdampak langsung bagi kesehatan

“Bekembangnya kemampuan teknologi dengan marakanya penjualan makanan dan obat-obatan secara online perlu menjadi perhatian kita semua, karena masyarakat secara langsung dapat memesan dan mengkonsumsi makanan dan obat-obatan yang mungkin saja tanpa melalui pengawasan oleh instansi terkait,” ungkapnya.

Pengawasan obat dan makanan menjadi satu program yang terkait dengan banyak sektor. Untuk itu, perlu dijalin kerja sama,komunikasi, informasi , dan edukasi yang baik sehingga etrwujud sebuah sistim pengawasan yang konferhensif terhadap makanan dan obat-obatan yang beredar dalam masyarakat.

:Hasil evaluasi terhadap Inpres Nomor 3. Tahun 2017 menunjukkan, pengawasan terhadap obat dan makanan di daerah khususnya di provinsi Maluku belum berjalan dengan optimal yang tercermin dari indeks pengawasan obat dan makanan di provinsi Maluku pada angka 73, 3 persen, Indeks kepatuhan masyarakat 77,27 persen, indeks pengetahun masyarakat di provinsi Maluku 51,82 persen,” terangnya.

Mencermati hal tersebut, Balai POM Ambon bersama seluruh pemangku kepentingan harus melakukan langkah-langkah konkrit dan konstruktif untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan yang dikonsumsi sehingga menjamin kesehatan masyarakat.

“Rapat ini dapat dijadikan momentum strategis untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai program dan kebijakan yang telah dilaksanakan serta membangun komitmen dalam melakukan tugas pengawasan dan makanan di Provinsi Maluku,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BPOM Ambon, Hariani menambahkan, dalam momen ini semuanya saling evaluasi pada setiap kabupaten/kota di Maluku dengan capaian kerja untuk meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan. (AT-009)

author