BI Maluku Siapkan Uang Tunai 1,2 Triliun Jelang Nataru

AMBON, Ambontoday.com– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Maluku menyiapakn uang tunai pecahan kecil senilai 1, 2 Triliun bagi masyarakat menyongsong Hari Raya Natal 25 Desember 2019 dan Tahun Baru 01 Januari 2020.

“1,2 Triliun ini dipersiapkan bagi bagi kebutuhan keseluruhan masyarakat di kota Ambon maupun seluruh kepulauan yang ada di daerah Maluku,” kata Kepala KPW BI Maluku kepada media di Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku, Rabu (18/12/2019).

Menurutnya, kesiapan uang tunai ini ada pada perbankan di Maluku maupun kas-kas titipan pada wilayah Fak-Fak, Tanimbar, dan Kabupaten Buru.

“Kita sudah menyiapkan uang sesuai atau bisa dibilang mencukupi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat tidak usah khawatir karena jumlahnya cukup,” akuinya.

Selain itu, pihaknya menganjurkan kepada masyarakat yang ada di Kota Ambon, agar dalam proses transaksi memakai uang yang kondisinya layak pakai, karena uang yang tidak layak edar dapat ditukarkanj di perbankan ataupun melalui kas keliling di BI. Ada pula penukaran uang tunai pecahan kecil di perbankan masing-masing di kota Ambon.

Ia menambahkan, rincian penukaran uang pecahan kecil diantaranya; uang pecahan besar dari 100.000 dan 50.000 berjumlah 850,9 Miliar, pecahan kecil berjumlah 126, 5 Miliar dengan nilai 20.000 ke bawah.

“Kita sudah melakukan asesment terkait dengan penukaran uang pecahan kecil maupun besar di kalangan masyarakat. Kita lebih condong ke hari raya seperti ini, uang pecahan mana yang lebih banyak ditukarkan ooleh masyarakat,” tandasnya.

Lanjutnya, sampai saat ini total penukaran uang di Loket Bank Indonesia Provinsi Maluku sebesar Rp. 456,2 Juta, sedangkan relaisasi layanan kas keliling bank Indonesia pada bulan Desem,ber 2019 bisa mencapai Rp. 12,2 Miliar.

“BI Maluku mempersiapkan kebutuhan uang pecahan kecil di tahun ini akan meningkat. Hal ini bisa terlihat dari realisasi penarikkan perbankan, dan kas titipan dalam minggu ketiga bulan Desember yang tercatat sebesar Rp. 92,8 Miliar atau naik sebesar 187 persen defresi perbankan. Jadi, peningkatannya sebesarnya 15 persen,” ucapnya. (AT-009)

author